Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Orang-Orang Tertipu, Bertobatlah!

Published 08/05/2017 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

Otong Sulaeman

LiputanIslam.com – Para penstudi ilmu-ilmu keislaman pastilah mengenal nama Syeikh Ramadhan Al-Buthi. Dia seorang ulama besar Suriah. Namanya semakin dikenal setelah gugur syahid menjadi korban aksi teror Maret 2013. Seminggu sebelum menjadi korban teroris, Syeikh Buthi mengeluarkan pernyataan yang ditujukan kepada orang-orang yang merasa sedang berjihad menegakkan agama Islam.

Syeikh Buthi menyatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang tertipu, karena terprovokasi untuk mengangkat senjata untuk kemudian menciptakan prahara, atas nama agama. Menurut Syeikh Al-Buthi, alih-alih membela Islam, tindakan mereka itu justru adalah sebuah kejahatan sangat besar yang dikutuk oleh Islam. Untuk itu, beliau menyeru orang-orang itu agar segera bertobat.

Sejatinya, seruan almarhum Syeikh Al-Buthi itu bersifat universal, melintasi zaman dan tempat. Di manapun ada slogan atau seruan “membela Islam”, “membela ulama”, “jihad”, dll., kita tidak serta merta harus mempercayainya. Bisa jadi itu adalah seruan palsu; sekedar jubah agama yang dipakai dengan tujuan-tujuan yang buruk.

Inilah hal yang saat ini sedang terjadi di negeri kita. Bermunculan kelompok-kelompok radikal dan intoleran dengan slogan menegakkan Islam, jihad, dan membela agama Allah. Mereka meneriakkan kecaman dan ancaman ke sana ke mari. Siapapun yang tidak sepaham dengan Islam versi mereka, harus siap-siap terkena libas. Salah satu isu yang mereka kemukakan adalah pendirian negara khilafah seraya menyebut konsep Pancasila dan NKRI sebagai thaghut.

Lalu, ketika Kapolri Jenderal Tito Karnavian, orang yang paling bertanggung jawab dalam hal penegakan hukum dan keamanan dalam negeri, secara tegas akan menindak kelompok tersebut, Jenderal Tito malah disuruh bertobat. Tak tanggung-tanggung, mereka juga mempertanyakan “agama” yang dianut Jenderal Tito. Jadi, keputusan Jenderal Tito untuk menjalankan tugasnya menjaga NKRI dan Pancasila disebut dosa, bahkan indikasi kemurtadan. Bagi kelompok-kelompok itu, para penentang “paham keislaman mereka” adalah penentang Islam itu sendiri.

Berkaca dari nasehat almarhum Asy-Syahid Syeikh Ramadhan Al-Buthi, justru kelompok-kelompok itulah yang harus disadarkan. Apa yang dilakukan oleh Jenderal Tito itu sudah benar, berdasarkan negara maupun agama Islam yang dianutnya. Justru kelompok itulah yang melakukan sejumlah dosa dan kesalahan. Sikap fanatik buta, memprovokasi, intoleran, menebar kekerasan (ingat, mereka adalah pendukung para jihadis-teroris di Suriah), menebar kebohongan dan fitnah, serta menuduh orang lain yang tak sepaham sebagai orang yang telah keluar dari agama, adalah bentuk dosa dan kesalahan tersendiri.

Sama seperti Syeikh Al-Buthi saat berseru kepada para jihadis-teroris, kita juga berseru kepada kelompok-kelompok intoleran itu, khususnya kepada orang-orang awam mereka: “Kalian yang telah tertipu, bertobatlah!” (editorial/liputanislam/ot)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Editorial

Zionis Israel Sedang Tidak Baik-Baik Saja

By Farid
Editorial

Rujuknya Iran dengan Arab Saudi, Tamparan bagi AS

By Farid
Editorial

Berdamai dengan Zionis Israel Adalah Delusi Konyol

By Farid
Dari Redaksi

Urusan Palestina, Jangan Pernah Berharap kepada Lembaga ‘Banci’ PBB

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account