Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Memilih Pemimpin Muslim yang Genuine

Published 05/04/2017 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

Otong Sulaeman

LiputanIslam.com –Polemik seputar memilih pemimpin Muslim kembali mengguncang negeri ini. Pusat epicentrumnya di mana lagi kalau bukan Jakarta. Kemunculan Ahok (sudah Kristen, Tionghoa pula) sebagai kandidat kuat, mendapatkan reaksi keras dan gelombang perlawanan dari beberapa kelompok Islam.

Sedemikian kuatnya isu tersebut, sampai-sampai di sela-sela kedatangan tokoh terkenal Zakir Naik, masalah memilih pemimpin Muslim ini menjadi salah satu topik utama tanya jawab. Jawaban yang disampaikan Zakir Naik bersifat normatif dan sederhana. Dikatakan bahwa paling tidak, pemimpin Muslim lebih baik daripada pemimpin non-Muslim. Itu adalah jawaban minimalnya. Artinya, Islam sebenarnya menekankan keharusan bagi seorang Muslim untuk memilih orang yang seagama dengannya.

Ya, memang akal paling sederhana pun akan dengan mudah mengambil kesimpulan ini. Sebagai orang Islam, tentu saja lebih baik bagi kita untuk memilih seorang Muslim ketimbang non-Muslim, baik sebagai teman ataupun pemimpin. Akan tetapi, pilihan atas dasar agama ini selalu saja menimbulkan sejumlah masalah yang kompleks.

Di antara masalah tersebut adalah soal konteks kepemimpinan. Soal anjuran atau keharusan memilih pemimpin Muslim tentulah erat kaitannya dengan urusan apa yang dipimpin dan dikelola. Jika yang dikelola adalah hal-hal yang terkait dengan keagamaan (misalnya soal ritual keislaman), Tentu sangat absurd jika kita memilih seorang non-Muslim menjadi penanggung urusan tersebut. Tapi, jika yang dikelola adalah hal-hal umum dari kepentingan publik, tentu prinsip “memilih pemimpin Muslim” ini harus ditelaah lebih mendalam lagi.

Yang tak kalah pentingnya adalah soal esensi keislaman. Kita tahu bahwa Muslim dan Islam adalah dua hal yang berbeda. Menjadi seorang Muslim tidak mesti berarti orang tersebut telah menjalankan ajaran Islam (apalagi dikasih embel-embel “seutuhnya”). Bahkan, menjadi seorang Muslim bukan merupakan jaminan bahwa orang tersebut memang berniat untuk menjalani kehidupan dengan landasan ajaran Islam. Bisa saja orang tersebut berislam hanya kerana budaya, keturunan, atau memang punya kepentingan duniawiah. Pencitraan, misalnya.

Di sini, kita mengenal adanya orang-orang munafik, yaitu orang-orang yang secara lahiriahnya saja berislam, akan tetapi hakikat hati dan kepercayaannya merujuk kepada sesuatu yang lain. Betapa banyak orang yang berislam, tapi perilakunya korup. Betapa banyak haji yang menzalimi. Dan bagaimana pernah kita temukan dalam sejarah sosok-sosok semisal Abdullah bin Ubay dan Snouck Hugronje.

Atau, di masa kini, sebagian besar dari kita tentulah menolak kehakikian Islam yang dibawa oleh pemimpin ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi. Kalau dia maju sebagai kandidat pemimpin atas nama agama Islam, Anda tak akan mungkin memilihnya, bukan?

Artinya, prinsip pemimpin Muslim itu meniscayakan keislaman yang hakiki, Islam yang genuine, bukan sekedar Islam secara lahiriah, atau Islam yang hanya dibawa-bawa saat ada kepentingan politik. Jika tidak, ummat Islam akan terus terjerembab ke dalam keterpurukan.

Yang harus menjadi bahan perhatian kita di saat ini adalah mendorong lahirnya para pemimpin Muslim yang genuine, bukannya memaksakan orang yang biasa-biasa saja (apalagi kalau sampai orang yang berjiwa korup) untuk menjadi pemimpin. Jangan sampai muncul kesan kuat bahwa di tangan orang Islam, urusan ummat justru terbengkalai dan hancur-hancuran. (editorial/liputanislam/ot)

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Editorial

Zionis Israel Sedang Tidak Baik-Baik Saja

By Farid
Editorial

Rujuknya Iran dengan Arab Saudi, Tamparan bagi AS

By Farid
Editorial

Berdamai dengan Zionis Israel Adalah Delusi Konyol

By Farid
Dari Redaksi

Urusan Palestina, Jangan Pernah Berharap kepada Lembaga ‘Banci’ PBB

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account