Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Politisasi Agama

Published 31/03/2017 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

Otong Sulaeman

Liputanislam.com –Isu politik dan agama (Islam) kembali mengemuka. Tak kurang dari Presiden Jokowi sendiri yang menyampaikan imbauannya agar anak bangsa ini tidak terjebak kepada pencampuradukkan agama dengan politik. Gayung bersambut, kata berjawab. Banyak yang memberikan komentar; sebagian besar mendukung, tapi tak sedikit yang sinis.

Mudah diduga bahwa imbauan Presiden dan juga para tokoh agama dan bangsa soal pencampuradukkan agama dan politik ini terkait erat dengan panasnya suasana pilkada DKI Jakarta. Isu agama mulai dari calon gubernur yang non-Muslim, dugaan penistaan agama, gelombang aksi unjuk rasa, salat Subuh berjamaah, hingga bermunculannya spanduk penolakan men-salatkan jenazah adalah fenomena yang menunjukkan sangat kentalnya agama dan politik bercampur-baur.

Apakah agama dan politik memang dua entitas yang “non-muhrim”, sehingga tidak boleh disandingkan? Jawaban atas pertanyaan ini akan sangat bergantung kepada definisi kedua hal tersebut. Politik bisa berarti “seni meraih dan mempertahankan kekuasaan” dengan segala cara, dan bisa juga bermakna seni menata dan mengelola pemerintahan, bangsa, dan negara demi kesejahteraan rakyat.

Kedua pemaknaan ini jelas memiliki konsekwensi yang berbeda, bahkan kontradiktif satu sama lain. Definisi pertama cenderung mengabaikan etika, sedangkan definisi kedua mensyaratkan secara mutlak etika, moralitas, dan integritas.

Demikian juga sikap beragama atau religiusitas. Ada yang menitikberatkan religiusitas kepada hal-hal yang lahiriah, radikal, dan intoleran (sampai-sampai dengan mudahnya menuduh kafir kepada yang berbeda penafsiran terhadap pesan agama). Tapi ada juga yang bersikap proporsional, yaitu menitikberatkan kepada esensi agama (tentu tanpa perlu meninggalkan hal-hal yang lahiriah, terutama hal-hal yang menjadi pilar agama –disebut dengan dharuriyatud-din), dan bersifat toleran dalam implementasi, karena ada cukup banyak ajaran agama yang membuka ruang bagi perbedaan interpretasi.

Definisi politik yang pertama (seni meraih dan mempertahankan kekuasaan) jika disandingkan dengan definisi religiusitas yang pertama (skripturalis, radikal, dan intoleran), dipastikan akan menciptakan kekuatan destruktif yang mematikan. Agama yang mono-tafsir dan keras kepala akan diperalat untuk mencapai tujuan politik tingkat rendah, yang memang cenderung mengabaikan etika. Duet agama dan politik memang hanya akan berujung kepada kehancuran bangsa Indonesia.

Hal berbeda akan tampak jika yang diduetkan adalah politik dalam definisi yang kedua (yaitu tata cara mengelola pemerintahan dengan tujuan adiluhur, yaitu memajukan bangsa) dengan agama dengan definisi yang bermartabat, yaitu sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta. Politik dan agama dengan definisi seperti ini dipastikan akan berujung kepada kemakmuran dan kemajuan bangsa.

Sayangnya, kalau kita perhatikan di tengah-tengah masayarakat kita dewasa ini, politik dan agama dengan definisi pertama itulah yang banyak mengemuka. Maka, kita menyaksikan agama dengan semena-mena diperalat untuk meraih tujuan politik yang sangat rendah. Mereka yang melakukan itu akan dikutuk oleh bangsa ini, dan juga akan dikutuk oleh Tuhan, yang mengamanatkan kepada kita agar menjaga dan menggunakan agama untuk tujuan yang luhur, bukan tujuan rendah duniawiah. (editorial/liputanislam/ot)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Editorial

Zionis Israel Sedang Tidak Baik-Baik Saja

By Farid
Editorial

Rujuknya Iran dengan Arab Saudi, Tamparan bagi AS

By Farid
Editorial

Berdamai dengan Zionis Israel Adalah Delusi Konyol

By Farid
Dari Redaksi

Urusan Palestina, Jangan Pernah Berharap kepada Lembaga ‘Banci’ PBB

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account