Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Tabayun

SBY Surati Raja Saudi Cegah Eksekusi Satinah

Published 25/03/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

tki-satinah_663_382Jakarta, LiputanIslam.com — Kepala Satuan Tugas Penanganan Tenaga Kerja Indonesia, Maftuh Basyuni, mengatakan pemerintah Indonesia sudah berusaha mencegah hukuman pancung terhadap Satinah di Arab Saudi. Menurut Maftuh, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengirimkan surat kepada Raja Arab Saudi sehari sebelum dilaksanakan eksekusi terhadap tenaga kerja Indonesia asal Unggaran, Jawa Tengah itu.

“Malam itu Raja menerima surat dari Presiden yang memohon penangguhan eksekusi dan diberikan kesempatan untuk berdiskusi dengan ahli waris korban,” kata Maftuh, di Jakarta, Senin (24/3).

Kemudian, kata Maftuh, Raja menyampaikan isi surat tersebut kepada Gubernur Qasim. “Lalu Gubernur Qasim mencegah pelaksanaan eksekusi itu,” kata Maftuh. Pencegahan tersebut, kata Maftuh, membuat berang keluarga Nurah. Sehingga keluarga Nurah mengajukan protes ke gubernur. “Dihadapi gubernur dengan sangat tenang, lalu dianjurkan untuk berunding sesuai dengan anjuran Raja,” kata Maftuh.

Sepekan setelah keluarga berunding secara internal, kata Mahftuh, akhirnya bersedia memaafkan. “Tetapi dengan imbalan diyat sebesar 15 juta riyal.”

Menurut Maftuh, kala itu gubernur mempertanyakan besarnya diyat atau denda yang diminta keluarga Nurah. “Jangan mengambil kesempatan orang dalam keadaan kepepet,” kata Maftuh menirukan gubernur. Kemudian, diyat yang diminta keluarga turun menjadi 10 juta riyal.

Maftuh mengatakan ketika dia datang ke sana, 4 Juli 2011, Gubernur Qasim menanyakan besaran diyat yang sanggup dibayarkan. Maftuh menjawab kala itu bahwa pemerintah tidak berpikir untuk menyiapkan diyat karena itu merupakan persoalan pribadi. “Pemerintah hanya memberikan perlindungan kepada setiap warga negara yang bermasalah, namun karena telah menjadi hukum, hal itu menjadi persoalan pribadi,” kata Maftuh.

Pemerintah, kata Maftuh, diperbolehkan memberikan bantuan diyat. Namun, bukan menjadi kewajiban Pemerintah. Maftuh mengatakan, pembayaran diyat yang bisa diberikan pemerintah paling banyak sebesar 500 ribu riyal. “Sesuai anjuran Raja,” kata Maftuh.

Lalu, kata Maftuh, dia dipertemukan dengan dengan keluarga Nurah yang diwakili oleh Khalid di ruangan berbeda. Menurut Maftuh, Gubernur tidak hadir dalam diskusi tersebut, namun ada beberapa anggota stafnya yang mendampingi. Khalid menyampaikan keluarga meminta 10 juta riyal. Tetapi, saat itu belum ada keputusan.

Perundingan selanjutnya terjadi pada Desember 2011. Pada perundingan itu, keluarga Nurah menurunkan permintaan diyat menjadi 7 juta riyal. Sedangkan pemerintah menaikkan penawaran diyat menjadi 4 juta riyal.(ca/tempo.co)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tabayun

PBB: Terjadi Eksekusi-Eksekusi Cepat Bermotif Sektarian di Suriah

By Muhammad
Tabayun

Gencatan Senjata Diusulkan untuk  Gaza, Begini Beberapa Rinciannya

By Muhammad
Galeri

Falasi Zionis (6): Ada Teroris Membela Palestina

By Farid
Galeri

Falasi Zionis (5): Melawan Israel Itu Irasional

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account