Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Debat Capres Amerika dan Kepentingan Kita

Published 10/10/2016 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

donald-trump-vs-hillary-clintonOtong Sulaeman

Bagaimanapun pandangan kita kepada AS, mau tidak mau harus kita akui bahwa Negeri Paman Sam itu saat ini masih menjadi salah satu pemain utama percaturan politik dunia. Apapun yang terjadi di sana selalu menyedot banyak pihak di dunia, baik kawan ataupun lawan. Hal ini pula yang terjadi saat ini, ketika politik dalam negeri AS sedang dipanaskan oleh debat capres yang mementaskan dua kandidat, yaitu Hillary Clinton dari Partai Demokrat dan Donald Trump dari Partai Republik.

Perhelatan pilpres empat tahunan itu memang selalu menyedot perhatian dunia, termasuk Indonesia. Berita-berita tentang perdebatan yang memanas turut menjadi salah satu headlines media-media dalam negeri. Bahkan beberapa televisi swasta nasional Indonesia secara khusus membuat acara talkshow dengan pembahasan seputar perkembangan debat-debat yang dilangsungkan.

Sayangnya, hal-hal yang dibahas pada berbagai talkshow tersebut lebih kepada sisi-sisi politik pemenangan masing-masing capres, atau yang sering kita sebut sebagai sisi prosedural dari sebuah dunia politik. Perhatikanlah bagaimana hal-hal yang terkait dengan gaya bicara, pemilihan isu debat, serta sikap saling serang diulas secara mendetail. Pertanyaan besarnya adalah: siapakah di antara keduanya yang memiliki tingkat elektabilitas lebih tinggi saat pemilu digelar? Ujung-ujungnya, publik dunia akan merasa puas seandainya capres yang kemudian terpilih adalah yang “penampilannya” lebih unggul di atas calon yang lain.

Hal-hal seperti itu bisa dipastikan tidak akan banyak mengulas hal-hal yang substansial, khususnya yang terkait dengan kepentingan ummat Islam dunia. Padahal, titik itulah yang menjadi alasan kenapa kita begitu peduli dengan politik internal AS.

Mariah kita ubah sudut pandang parameternya, yaitu menjadi kepentingan dunia Islam. Berdasarkan kepada track record kedua kandidat (dan juga track record kebijakan partai asal keduanya, yaitu Republik dan Demokrat), sangat sulit rasanya bagi ummat Islam untuk berharap banyak pada hasil dari perhelatan pilpres AS ini.

Trump sudah sama-sama kita ketahui. Ia tak menyembunyikan kebenciannya kepada Islam. Partai Republik juga sama. Tentu Dunia Islam tidak bisa melupakan malapetaka yang ditimpakan Presiden George W. Bush kepada kaum Muslimin lewat aksi-aksinya yang memporak-porandakan Afganistan dan Irak.

Adapun Clinton, kita juga sama-sama tahu bahwa dia menjadi menteri luar negeri di periode pemerintahan Obama yang pertama. Dia termasuk yang bertanggung jawab atas krisis di Mesir, kehancuran Lybia, serta krisis di Suriah (dan juga Irak dan Yaman). Fakta bahwa Clinton adalah “kreator” atas berdirinya kelompok radikal paling sadis di abad ini (ISIS) sudah menjadi rahasia umum di dunia. Bahkan Trump sendiri secara terbuka telah mengungkap peran Obama dan Hillary Clinton dalam proses berdirinya ISIS.

Alhasil, segala kemelut dan kecamuk yang terjadi di Dunia Islam sekarang ini adalah hasil karya kedua kubu yang saat ini bersaing untuk meraih tampuk kekuasaan di AS. Kalau dilihat dari gelagatnya, mereka tidak akan mengubah kebijakan mereka itu. Apalagi kedua kubu juga terikat kontrak politik dengan lobi-lobi Yahudi. Baik Trump ataupun Clinton, keduanya tersandera oleh lobi Yahudi, dan dipastikan akan terus menjaga dan mengutamakan kepentingan Israel. (editorial/liputanislam/ot)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Editorial

Zionis Israel Sedang Tidak Baik-Baik Saja

By Farid
Editorial

Rujuknya Iran dengan Arab Saudi, Tamparan bagi AS

By Farid
Editorial

Berdamai dengan Zionis Israel Adalah Delusi Konyol

By Farid
Dari Redaksi

Urusan Palestina, Jangan Pernah Berharap kepada Lembaga ‘Banci’ PBB

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account