Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Opini

Ketika China Menguasai Dunia

Published 02/08/2016 6 Min Read
Share
6 Min Read
SHARE

cinaOleh: Rahman Mangussara*

“China adalah raksasa tidur, biarkan dia tertidur, sebab bila dia bangun, akan mengejutkan dunia.”

Berdiri di atas panggung berbentuk teater yang disediakan untuk undangan luar negeri di Tiananmen, persis di depan foto Mao Zedong yang tergantung kokoh di tembok raksasa di pinggir lapangan, saya bersama sejumlah jurnalis dari berbagai negara Asia yang diundang Kementerian Luar Negeri China untuk menghadiri perayaan ulang tahun Partai Komunis China pada awal 2000-an memandang dengan takjub parade otot militer negara ini.

Rudal-rudal jelajah, pesawat tempur, dan puluhan mesin pembunuh lainnya bergerak lambat melintasi penonton yang berdecak kagum, tidak terkecuali saya. Puluhan ribu warga Beijing yang berbaur dengan undangan berteriak seperti paduan suara: hidup China. Staf Kementerian Luar Negeri China yang mendampingi kami sebagai penerjemah dengan lancar memproklamirkan bahwa semua mesin militer yang menakutkan itu buatan China.

Bagi saya, kebenaran informasi itu tidaklah penting sebab apakah itu buatan China atau Rusia, pesan yang ingin disampaikannya sama jelasnya: hati-hati dengan kami. Di bawah cuaca pagi yang segar, saat itu kualitas udara Beijing masih sangat bersih, saya bertanya-tanya apakah pernyataan Napoleon dua ratus tahun silam yang lebih mirip ramalan yang dikutip di awal tulisan ini akan menjadi kenyataan? Ya… Napolen benar belaka.

China akan menguasai dunia, tapi bukan dalam pengertian militer, melainkan dalam bidang ekonomi. Dua abad setelah Napoleon berkata seperti itu, China melangkah ke panggung dunia sebagai negara dengan ekonomi terbesar kedua, menyalip negara-negara maju lain. Pengamat yang paling optimistis sekalipun tidak pernah membayangkan ini akan menjadi kenyataan.

Beberapa tahun lalu sebuah survei global menemukan bahwa masyarakat Barat, terutama di Eropa, mengkhawatirkan ekonomi China akan mendominasi dunia. Seorang akademisi dari London School of Economic, bernama Martin Jacques, membuat perkiraan mencengangkan bahwa China akan menguasai dunia, menjadi negara dengan keperkasaan ekonomi nomor satu, mendahului Amerika dalam sepuluh tahun mendatang atau paling telat lima belas tahun lagi.

Dalam bukunya yang berjudul When China Rules The World, Jacques mengatakan, jika waktu itu tiba, bahasa Mandarin akan menggantikan bahasa Inggris sebagai lingua franca. Setidak-tidaknya menjadi bahasa kedua dalam pergaulan dunia. Mungkin perkiraan Jaques terlalu berlebihan, mengingat pertumbuhan ekonomi China dalam beberapa waktu terakhir ini yang merosot di bawah 10% per tahun.

Namun, itu soal waktu belaka. Sejumlah fakta yang kita saksikan belakangan ini berbicara jelas tentang arah dan pencapaian negara ini. Coba kita periksa beberapa di antaranya. Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) adalah bank yang kumuh dan loyo kekurangan darah, khas perusahaan milik negara komunis, sebelum go public pada 2006.

Saat menjual sahamnya di bursa Hong Kong, bank ini meraup USD19 miliar yang menepatkannya sebagai yang terbesar dalam sejarah penawaran saham. Dalam tiga tahun terakhir ini, ICBI, yang salah satu cabangnya di luar negeri berkantor megah di Jalan Sudirman Jakarta, menjadi bank nomor satu versi majalah Forbes sebagai emiten terbesar dunia. Setahun setelah penjualan sahamnya, ICBC sudah menancapkan kuku-kukunya di luar negeri.

Pada 2017, ICBC mencaplok 20% saham Standar Bank, bank terbesar di Afrika. Pengambilalihan ini bukan tanpa alasan yang jelas. Pertimbangan di belakang akuisisi ini sangat jelas: menguasai dunia. Pada awal-awal reformasi ekonomi China, John dan Doris Naisbit mencatat bahwa badanbadan usaha negara adalah kuburan bagi begitu banyak aset tak produktif.

Namun, semua kebobrokan itu berubah setelah Beijing mengambil langkah cerdik dengan membiarkan investor luar negeri mengelola aset-aset buruk itu. Gaya manajemen juga berubah dari diktator dan kuno menjadi partisipatif dan modern. Jadi tidaklah mengherankan bila saat ini China enterprise berada di mana-mana di ujung-ujung dunia, mengambil alih perusahaan-perusahaan bagus.

Aksi korporasi yang paling mutakhir seperti ditulis KORAN SINDO (9 Juni 2016), pembelian mayoritas saham klub sepak bola Inter Milan oleh perusahaan ritel China Suning Commerce, menyusul sebelumnya pembelian perusahaan market place berbasis di Singapura, Lazada, oleh Alibaba.

KORAN SINDO mencatat nilai akuisisi gabungan BUMN dan swasta China di luar negeri tidak kurang dari USD109 miliar tahun ini. Nilai itu akan terus bertambah seiringan akan banyaknya perusahaan China yang membeli saham-saham perusahaan asing di luar negeri.

Ketika negara-negara Barat mengalami kemerosotan ekonomi pada 2008, negara-negara industri itu berpaling ke Beijing untuk meminta negara itu membeli surat-surat utang mereka dan memberi pinjaman. Peran negara ini dalam perekonomian dunia sudah sangat jelas.

Saat dibawa berkeliling mengunjungi perusahaan-perusahaan negara, saya datang dengan pemahaman bahwa BUMN ini pastilah kumuh dan tidak bersemangat, namun gambaran saya itu sepenuhnya runtuh setelah melihat langsung kantor dan fasilitas produksi mereka yang modern. Tapi, waktu itu saya tidak membayangkan lompatan sehebat seperti saat ini. “Ah .. paling juga akan mengekor di belakang Indonesia,” begitu pikiran saya waktu itu. Saya salah sepenuh-penuhnya. (liputanislam.com)

*Koordinator Komunitas Buku dan Film OJK, disalin dari Koran Sindo, 28 Juni 2016

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Opini

Perang Opini di Dunia, Israel Kalah Telak Melawan Palestina

By Muhammad
Indonesiana

Seruan Jihad Lewat Adzan, Melawan Siapa?

By Fadel
Indonesiana

Kasus Telkomsel dan Hassan Haikal yang Kian Meradang

By Fadel
Analisis

Dari Palestina Hingga Amerika, Kita Harus Membela Hak Semua Orang untuk Bernapas

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account