Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Opini

Surat Legendaris Ayatullah Khomeini Kepada Presiden Uni Soviet Mikhail Gorbachev

Published 05/12/2015 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

imam-khomeiniOleh: Alfathri Adlin

Bagi generasi sekarang yang tidak banyak mengetahui tentang Uni Soviet, Uni Soviet adalah kekuatan utama di dunia sebagai lawan dari Amerika Serikat pada saat itu. Pada tahun 1991, negara ini telah terpecah menjadi beberepa negara, di mana salah satu pecahannya adalah negara Rusia. Surat ini menjadi rujukan dari berbagai tulisan ilmiah, tesis, artikel internasional, terutama di bidang Political Science dan Islam Modern. Islam adalah rahmatan lil ‘aalamiin.

Ini salah satu potongan paragraf surat tersebut yang mengajak Presiden Soviet, belajar Islam, “Yang Mulia Tuan Gorbachev, ketika seruan “Allah Maha Besar” dan pernyataan kesaksian akan kerasulan Nabi terakhir SAW, terdengar kembali setelah tujuh puluh tahun dari menara-menara mesjid pada sebagian Republik Soviet, bergetarlah hati seluruh pengikut sejati Islam yang dibawa Muhammad SAW. Karena itu, saya merasa perlu menyebutkan hal ini kepada Anda agar Anda sekali lagi mempertimbangkan pandangan dunia materialis maupun ilahi.”

Bagi yang membaca dan tahu sejarah, kalaupun tidak suka dengan Iran, pasti tidak akan sampai hati untuk menfitnahnya, apalagi dengan fitnah yang keji. Setelah memposting tentang surat Ayatullah Khamenei tentang bom Paris, ada seorang teman yang memberi tahu bahwa dulu, Ayatullah Khomeini pernah berkirim surat pula ke Presiden Uni Soviet. Karena penasaran apa isinya, saya langsung mencari-cari informasinya, dan ketemu isi surat tersebut dan juga videonya. Saya jadi makin jatuh hati dengan negara ini. Bagi saya, negara Iran, adalah negeri yang punya marwah, berani ke Amerika Serikat, berani pula ke Uni Soviet.

Ketika memutar video ini saya terharu, dalam salah satu momen yang dramatis, dalam keadaan sakit Ayatullah Khomeini menemui utusan Uni Soviet. Karena tidak menerima saran Khomeini, beliau meninggalkan ruanganmelangkah tanpa menatap Menlu Soviet, membuat utusan Uni Soviet terbengong-bengong walaupun sudah berusaha memberi hormat ke Ayatullah Khomeini.

Setelah Perang Teluk berakhir tahun 1988, di awal tahun 1989, Pemimpin Spiritual Iran saat itu, Ayatullah Khomeini mengirim surat kepada Presiden Uni Soviet Mikhail Gorbachev, presiden terakhir Uni Soviet. Negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat sangat penasaran isi dari surat tersebut. Mereka mengira pasti Iran akan menggalang kerja sama atau meminta bantuan ke Uni Soviet. Pihak Uni Soviet pun bahkan mempunyai pemikiran yang sama. Tapi ternyata tidak, Ayatullah Khomeini berbicara panjang lebar tentang kekurangan ajaran Marxisme, dan mengajak presiden untuk mempelajari Islam.

Dua bulan kemudian utusan Uni Soviet menyampaikan balasan Uni Soviet, yang intinya tidak bisa mempelajari Islam. Dua tahun setelahnya Uni Soviet runtuh. Di bawah ini adalah rentetan peristiwa sebelum dan sesudah pengiriman surat di atas.

Akhir tahun 1988: Perang Teluk antara Iran dan Irak yang dibantu Amerika Serikat berakhir.

1 Januari 1989, Ayatullah Khomeini menulis surat kepada Presiden Uni Soviet Mikhail Gorbachev.

3 Januari 1989, utusan Iran datang ke Moskow untuk menyampaikan surat Ayatullah Khomeini kepada Presiden Uni Soviet Mikhail Gorbachev.

Februari 1989, Ayatullah Khomeini menjatuhkan fatwa hukuman mati bagi penulis India berkebangsaan Inggris, Salman Rusdhie, penulis buku “Ayat-ayat Setan” yang telah menghina Nabi Muhammad SAW. Sebagai reaksi atas fatwa ini, beberapa kedubes negara Barat menarik diplomatnya dari Teheran.

Maret 1989, surat Ayatullah Khomeini, dibalas Presiden Gorbachev delapan minggu kemudian dengan mengutus Edward Shevardnadze, Menteri Luar Negeri Uni Soviet, untuk bertemu Imam Khomeini di Tehran.

Maret 1989, diplomatik-diplomat negera Barat kembali dengan sendirinya ke Teheran.

3 Juni 1989, Ayatullah Khomeini wafat.

Desember 1991, Mikail Gorbachev mengumumkan pembubaran Uni Soviet atau dua tahun setelah ia menerima surat dari Pemimpin Revolusi Islam Iran.

Berikut ini, isi surat lengkapnya…

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Opini

Perang Opini di Dunia, Israel Kalah Telak Melawan Palestina

By Muhammad
Indonesiana

Seruan Jihad Lewat Adzan, Melawan Siapa?

By Fadel
Indonesiana

Kasus Telkomsel dan Hassan Haikal yang Kian Meradang

By Fadel
Analisis

Dari Palestina Hingga Amerika, Kita Harus Membela Hak Semua Orang untuk Bernapas

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account