Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Opini

Neokolonialisme di Indonesia? Lawan!

Published 05/12/2015 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

Indonesia okeOleh: Permadi Arya

Pribadi bangsa Indonesia adalah pribadi ramah, cinta perdamaian, plural menghargai perbedaan, benci konflik, memiliki kearifan yang relijius bersinergi dengan norma adat luhur yang diturunkan oleh nenek moyang berbudaya tinggi dan para Wali Songo.

Ini adalah alasan mengapa berbagai suku yang berbeda-beda bahasa dapat hidup harmonis dalam indahnya kebersamaan selama berabad-abad disatukan dalam bingkai negara Republik Indonesia yang berketuhanan, menaungi berbagai agama & aliran kepercayaan.

Namun ada pihak-pihak yang benci melihat indahnya kebersamaan sebuah masyarakat yang toleran dan saling menghargai ini. Pihak-pihak yang membawa agenda politik dan ekonomi berbalut agama dalam wadah organisasi trans-nasional dan berbagai elemen masyarakat lain yang menebar intoleransi titipan induk semang asing mereka.

Neokolonialisme (Penjajah Gaya Baru)

Jutaan dollar dan riyal ditaburkan ke berbagai wadah yang berlabel reliji yang mampu melakukan penetrasi ke berbagai lini kehidupan masyarakat dengan kecepatan mobilitas mengerikan berkat beking dana asing fantastis menebar ideologi anti kebersamaan bahkan anti Pancasila.

Benih-benih perpecahan terus ditanam ke dalam benak anak bangsa, hasutan kebencian terhadap tetangga yang beda aliran, beda agama, bahkan hasutan kebencian terhadap negara. Seolah-olah warisan para Bapak pendiri bangsa adalah sesuatu yang buruk yang harus diganti oleh sistem impor meskipun lewat cara-cara kekerasan.

Apa ini kalau bukan penjajahan?

Pemerintah yang baru seumur jagung ini belum cukup solid & masih sibuk konsolidasi kekuatan melawan serangan-serangan politik, serba salah karena setiap langkah menjadi obyek politisasi kubu lawan seperti saat pemblokiran 22 situs teroris yang langsung dipolitisir seolah-olah sebagai kebijakan “anti- Islam” oleh kubu seberang.

Saat pemerintah inkapasitas, rakyat harus bangkit melawan derasnya propaganda, provokasi , hasutan berbeking dollar dan riyal ini. Caranya? Dengan tebar pesan damai. Harga yang harus dibayar bangsa ini akan terlalu mahal bila kita hanya diam, menggrundel dan menggerutu saja.

Karena satu-satunya cara melawan dominasi dollar dan riyal adalah melalui kebersamaan, kekompakan melukis warna toleransi dan perdamaian di atas warna intoleran dan permusuhan para kelompok marah antek asing.

Diam Bukan Pilihan

Situasi saat ini saat ada upaya disintegrasi bangsa yang sistematis, terstruktur & masif, memelihara apatisme (sikap tak peduli) bisa dibayar mahal oleh darah & jiwa bangsa ini. Sudah tidak bisa lagi diam dan jadi penonton. Diam bukan pilihan.

Jadilah sosok-sosok pemicu di lingkungan masing-masing, lakukan inisiasi, baik di dunia maya maupun dunia nyata. Lakukan sesuatu, mulai menulis Status pesan damai agar dibaca oleh teman-teman media sosial, tulis kritik atas kaum intoleran kirim ke media-media cetak maupun online.

Bagi yang punya bakat, buat gambar-gambar pesan Perdamaian entah itu hanya meme, atau mencetak poster untuk dipasang di mading-mading sekolah, universitas & papan pengumuman RT/RW komplek tempat tinggal. Diam bukan pilihan.

Segala Cara Suarakan Perdamaian

Tulis pesan, buat gambar, bikin video (bagi yang mampu), lalu sebarkan tautan, lakukan segala cara sesuai kemampuan karena hanya melalui kebersamaan yang masif kita bisa melawan gerakan intoleran & permusuhan.

Warnai jagad Nusantara dengan pesan-pesan cinta, tanamkan kembali ide keindahan kebersamaan kedalam pola pikir anak bangsa yang mulai dirusak oleh pengaruh asing, bangkitkan kembali rasa toleransi yang sebenarnya telah tertanam dalam diri, yakin rasa itu sebenarnya masih ada dan tidak pernah pergi. Kalau tidak sekarang kapan lagi? Kalau bukan kita siapa lagi? (LiputanIslam.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Opini

Perang Opini di Dunia, Israel Kalah Telak Melawan Palestina

By Muhammad
Indonesiana

Seruan Jihad Lewat Adzan, Melawan Siapa?

By Fadel
Indonesiana

Kasus Telkomsel dan Hassan Haikal yang Kian Meradang

By Fadel
Analisis

Dari Palestina Hingga Amerika, Kita Harus Membela Hak Semua Orang untuk Bernapas

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account