Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Tabayun

Nabi Muhammad, Salman Rusdi, dan Republik Islam Iran

Published 15/11/2015 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE
Foto: akmal kamil
Foto: akmal kamil

LiputanIslam.com — Sudah berkali-kali postingan yang menyudutkan Syiah dan sudah berkali-kali pula salah satu anggota group ini mengingatkan untuk tidak melakukan hal yang sama. Namun tetap saja terjadi.

Saya ingin sharing pengalaman sedikit. Awal bulan oktober lalu saya menghadiri pameran buku terbesar dunia di Frankfurt, Jerman.

Apa yang spesial? Iran melakukan protes dengan mengosongkan standnya yang sudah dibayar 300 ribu euro setara 5 milyar rupiah. Apa sebab? Sebabnya ialah panitia mengundang Salman Rushdi yang menistakan nabi Muhammad tepat satu minggu sebelum acara tanpa pemberitahuan jauh-jauh hari. Salman Rushdi adalah penghina nabi sehingga dijatuhi hukuman mati oleh Imam Khumaini. Iran mengklaim penghinaan terhadap nabi Muhammad saw laksana menghina satu milyar lebih umat Islam.

Uang, kelelahan, waktu, dst, tak sebanding dengan kemuliaan Nabi Muhammad saw. Karenanya Iran menunjukkan kepada dunia bahwa Nabi Muhammad memiliki kedudukan paling mulia di sisi Tuhan sehingg tak layak dikotori.

Stand Iran memberikan secara gratis biografi Nabi Muhammad yang ditulis berbahasa Inggris sehingga bisa dibaca oleh siapa pun agar tahu sejarah, teladan, kemuliaan sang nabi. Dengan harapan orang tahu siapa Nabi Muhammad panutan umat Islam sebenarnya.

Kebebasan berbicara dan berekspresi tak boleh digunakan untuk merendahkan martabat manusia lain.

Stand Iran juga memberikan contoh sampul Alquran yang salah satu kalimatnya lebih kurang bahwa Alquran terjaga dan terhindar dari segala perubahaan oleh campur tangan manusia, siapa pun dia.

Saya bertanya pada seorang penjaga yang fasih berbahasa Inggris, Jerman dan tentu Farsi. Pertanyaan saya, “Sebagian saudara saya mengatakan nabi kalian adalah Ali?”

Jawabnya: “Nabi kita sama, Muhammad.”

Dia memberi saya poster bertuliskan I Love Muhammad. Poster ini memang bertumpuk untuk diberikan kepada siapa saja yang melintas.

foto: akmal kamil
foto: akmal kamil

“Bukankah fatwa hukuman pada penghina nabi sudah puluhan tahun lalu?”

“Masih tetap berlaku,” katanya.

“Saya kagum dengan keteguhan kalian berani melawan Barat.”

“Ya sudah 30 tahun kami diembargo barat tapi tetap bertahan,” ujar penjaga stand.

Tampaknya Iran tak hanya menjadi musuh dan kebencian Barat tapi juga Timur.

Dengan kejadian di Frankfurt 17 oktober lalu saya tersadar bahwa saya tidak boleh serta merta menelan informasi dan hasutan dari siapa pun tanpa bertanya pada yang bersangkutan. Kalau Tuhan nya sama, nabinya sama, kitab sucinya sama, kiblatnya sama, apalagi yang mesti saya takutkan.

Wassalam
Basyrah Nasution

Disalin dari akun Facebook Akmal Kamil.

—–

Tambahan redaksi:

Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ruhullah Khomeini pada 1988 mengeluarkan fatwa mati terhadap Rushdi, warga negara Inggris penganut Islam dan kini menetap di Amerika Serikat, setelah Ayat-ayat Setan diterbitkan. Khomeini bersama para pemimpin muslim dunia menilai Rushdie telah menggambarkan Nabi Muhammad secara tidak sopan dalam novel keempatnya itu.

Karena fatwa mati itu, Rushdi terpaksa bersembunyi. Pemerintah Inggris kemudian menempatkan dia dalam penjagaan ketat polisi. Beberapa tahun belakangan dia kerap menghadiri acara berkaliber internasional meski kadang suka membatalkan kehadirannya di menit-menit akhir.

Khomeini wafat pada 1989 tapi penggantinya Ayatullah Ali Khamenei pada 2005 menegaskan fatwa mati buat Rushdi itu tetap berlaku.

Sebuah yayasan keagaaman Iran, Khordad Foundation menghargai kepala penghujat Islam itu sebesar 3,3 juta dolar AS (sekira Rp 31 miliar). Jumlah ini meningkat hampir enam kali lipat setelah sebelumnya kepala Salman hanya senilai 500 dolar AS.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tabayun

PBB: Terjadi Eksekusi-Eksekusi Cepat Bermotif Sektarian di Suriah

By Muhammad
Tabayun

Gencatan Senjata Diusulkan untuk  Gaza, Begini Beberapa Rinciannya

By Muhammad
Galeri

Falasi Zionis (6): Ada Teroris Membela Palestina

By Farid
Galeri

Falasi Zionis (5): Melawan Israel Itu Irasional

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account