Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Penegakan Hukum atas Intoleransi

Published 20/07/2015 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

tolikaraOtong Sulaeman

Perdamaian kembali terkoyak di Bumi Nusantara, justru di hari ketika ummat Islam sedang merayakan Idul Fitri; hari di mana secara kultural, ummat Islam saling bermaafan atas silap dan khilaf. Tempatnya di Tolikara, Papua, ketika sekelompok orang menyerang jamaah salat Idul Fitri. Atas nama agama, mereka juga membakar rumah-rumah warga Muslim. Isu menjadi semakin panas manakala aksi pembakaran itu mengenai sebuah bangunan mushalla.

Jika dilihat dari sudut pandang formil, kita bisa saja mengemukakan berbagai pertanyaan dengan nada keheranan seperti: mungkinkah di negara yang menganut asas Pancasila ini ada kelompok yang melarang kelompok lain beribadah? Bukankah konstitusi kita menjamin kebebasan orang memeluk agama dan menjalankan ibadah sesuai dengan ajaran agama mereka?

Tapi, mestinya kita tidak perlu heran. Di negara ini, terlalu banyak jargon dan hal-hal normatif lainnya yang sudah sering dilanggar. Faktanya, ini bukanlah kekerasan atas nama agama yang pertama kali terjadi. Adanya kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat agama dengan jumlah mayoritas terhadap kelompok minoritas sudah terjadi entah ke berapa kalinya di negeri tercinta ini.

Kali ini, yang melakukan kekerasan adalah kelompok mayoritas Kristen terhadap minoritas Islam. Sebagaimana kita ketahui, Bumi Papua adalah kawasan di mana mayoritas penduduknya beragama Kristen. Tapi, ummat Islam juga tidak bisa menutup mata atas aksi kekerasan dan penindasan terhadap ummat Kristiani yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan diri sebagai orang Islam. Sedemikian seringnya aksi-aksi kekerasan inter-faith ini terjadi, seakan-akan hal ini menjadi fenomena berkala.

Bahkan, sering kali juga terjadi kekerasan itu dibungkus oleh isu internal (intra-faith). Kelompok Ahmadiyah yang merasa menjadi bagian dari ummat Islam berkali-kali menjadi objek kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok yang mengatasnamakan dirinya ummat Islam. Bahkan, kaum Syiah yang di hampir seluruh kawasan Islam dunia diakui sebagai bagian dari komunitas Islam, harus menjadi objek kekerasan serupa. Mereka harus menyatakan diri keluar dari agama Islam; menyatakan diri sebagai agama baru, jika tidak ingin diusik dan diusir.

Kita semua tahu bahwa aksi-aksi kekerasan, baik interfaith ataupun intrafaith, ini dilakukan oleh sekelompok kecil dari masing-masing komunitas. Kita percaya bahwa mayoritas ummat beragama di negeri ini adalah orang-orang yang sangat toleran; yang berkecenderungan untuk menyelesaikan setiap permasalahan konflik atau perbedaan agama dengan dialog dan kesantunan. Di sisi lain, kita juga tahu bahwa aksi-aksi kekerasan dan intoleransi itu merupakan pelanggaran atas sejumlah pasal hukum yang berlaku di negeri ini. Jika faktanya menunjukkan bahwa aksi kekerasan atas nama agama ini terus berulang dan berulang, ini jelas merupakan indikasi suatu potret penegakan hukum yang asal-asalan. Para pelaku kekerasan yang sebenarnya hanyalah segelintir oknum dari kelompok ummat beragama tidak pernah mendapatkan hukuman secara adil sebagaimana mestinya.

Pendekatan budaya atau model pendekatan lainnya tentu sah untuk dipergunakan. Akan tetapi, di atas segalanya, hukum harus ditegakkan setegak-tegaknya dan seadil-adilnya. Jika hukum masih bisa dipermainkan dan hanyalah menjadi instrumen yang ditegakkan jika menguntungkan kelompok kita, percayalah, aksi-aksi yang mengiris hati ini akan terus terjadi. Besok-lusa, kita dan keluarga kitalah yang akan menjadi korbannya. Na’udzu billahi min dzalik. (editorial/liputanislam.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Editorial

Zionis Israel Sedang Tidak Baik-Baik Saja

By Farid
Editorial

Rujuknya Iran dengan Arab Saudi, Tamparan bagi AS

By Farid
Editorial

Berdamai dengan Zionis Israel Adalah Delusi Konyol

By Farid
Dari Redaksi

Urusan Palestina, Jangan Pernah Berharap kepada Lembaga ‘Banci’ PBB

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account