Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Tabayun

Iran dan Indonesia Kerjasama, Mereka Tak Suka

Published 24/04/2015 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

Indonesia IranLiputanIslam.com — Pertemuan bilateral antara Republik Islam Iran dengan Indonesia kemarin, merumuskan kerjasama di berbagai bidang, termasuk pemberantasan terorisme ataupun radikalisme. Kedua pemimpin negara bersepakat bahwa radikalisme yang tumbuh subur dengan mengatasnamakan agama adalah suatu ancaman yang nyata, dan harus diperangi untuk menjamin kelangsungan kehidupan masyarakat. Bukankah kita melihat bahwa negara-negara yang bercokol kelompok teroris di dalamnya, kondisi kestabilan negaranya terganggu? Contohnya: Suriah, Irak, Afghanistan, Yaman, dan Libya.

Sayangnya, kerjasama ini dikomentari negatif oleh oknum-oknum anti-ukhuwah. Arrahmah dan Hidayatullah, dua media radikal yang sempat diblokir pemerintah ini menyayangkan adanya kerjasama antara Indonesia dan Iran.

“Kerja sama dengan Iran ini termasuk salah satu bagian keberhasilan Syiah Iran mempengaruhi pemerintah Indonesia,” ujar Abdul Chair Ramadhan, Anggota Komisi Hukum & Perundang-undangan MUI Pusat (23/04/2015), seperti dilansir Hidayatullah.

Mengapa Indonesia bekerjasama dengan Iran untuk memerangi terorisme dan radikalisme?

Radikalisme jelas sesuatu yang berbahaya, dan gerakan ini tidak serta merta tumbuh begitu saja, melainkan ada sebuah ideologi yang melatas-belakangi. Lantas, ada ‘aktor’ yang sengaja memanfaatkan kesempatan ini. Ideologi akhirnya melahirkan gerakan, dan gerakan ini ada yang mendukung baik dengan dukungan logistik, dana, senjata, maupun intelejen.

Hari ini, kita dihadapkan pada kenyataan bahwa ideologi radikal ini telah tumbuh subur di Indonesia, bahkan sudah menjadi sebuah gerakan terorisme yang meresahkan masyarakat. Keberadaan mereka jelas, itulah sebabnya pemerintah menerjunkan pasukan gabungan untuk menumpas habis. Hanya saja, saat ini mereka masih beroperasi di wilayah tertentu, misalnya di hutan-hutan Poso. Jika ini dibiarkan, tidak menutup kemungkinan gerakan radikal ini akan menyebar ke daerah-daerah lain.

Sehingga, wajar kiranya jika pemerintah melakukan upaya-upaya pencegahan dengan menjalin kerjasama dengan negara lain untuk memerangi terorisme.

Lalu, mengapa bekerjasama dengan Iran?

Kantor berita TV-One, 22 April 2015 mengabarkan bahwa Iran merupakan salah satu negara dengan kemampuan intelejen terbaik di dunia. Dengan kemampuan ini, Iran bisa mendeteksi mata-mata di negaranya yang bekerja untuk asing, bisa mendeteksi gerakan-gerakan radikal atau makar dengan tepat, sehingga Iran bisa mencegah atau menanggulanginya sedini mungkin. Iran juga memiliki pasukan khusus yang beroperasi di Irak, yang terbukti sangat efektif dalam memerangi ISIS. Kemudian, Iran juga memainkan peran penting di dalam pasukan perlawanan Hizbullah Lebanon, dan dunia mengetahui bagaimana tangguhnya Hizbulllah baik saat berhadapan dengan Israel maupun ketika melawan teroris takfiri di Suriah. Dengan kemampuan berbagai kemampuan ini, Indonesia bisa belajar banyak hal dari Iran.

Namun yang paling penting dari semua itu adalah niat sungguh-sungguh Iran dalam memerangi terorisme. Kita juga acapkali menyaksikan standar ganda dari berbagai negara, di satu sisi mengklaim memerangi terorisme, namun di sisi lain malah mendukung terorisme.

Berikut ini adalah artikel-artikel yang telah dirilis Liputan Islam yang mengungkapkan keterlibatan banyak negara dalam mendukung terorisme:

  1. Arab Saudi: http://liputanislam.com/analisis/jaringan-teror-bandar-bin-sultan-1/
  2. Qatar: http://liputanislam.com/terorisme/isis/the-guardian-arab-saudi-dan-qatar-donator-teroris/
  3. Turki: http://liputanislam.com/internasional/timur-tengah/dubes-suriah-untuk-pbb-tuding-saudi-qatar-turki-dan-israel-ekspor-teroris/
  4. Yordania: http://liputanislam.com/berita/di-yordania-amerika-melatih-isis/
  5. Amerika Serikat: http://liputanislam.com/multimedia/ranting-ranting-al-qaeda/

Lima negara di atas, bukankah sering dan begitu lantang bersuara untuk memerangi terorisme? AS memiliki agenda Global War on Terorism, sedangkan Arab Saudi, Turki, Yordania, maupun Qatar, juga tergabung dalam pasukan koalisi pimpinan AS yang mengklaim menyerang ISIS di Suriah. Namun di balik layar, mereka mendanai kelompok-kelompok teroris ini.

Sedangkan Iran, tidak pernah terlibat dalam mendukung terorisme, dan malahan, selalu bersuara lantang untuk melawan. Dengan demikian, bukankah seharusnya Iran merupakan mitra ideal? (ba)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tabayun

PBB: Terjadi Eksekusi-Eksekusi Cepat Bermotif Sektarian di Suriah

By Muhammad
Tabayun

Gencatan Senjata Diusulkan untuk  Gaza, Begini Beberapa Rinciannya

By Muhammad
Galeri

Falasi Zionis (6): Ada Teroris Membela Palestina

By Farid
Galeri

Falasi Zionis (5): Melawan Israel Itu Irasional

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account