Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Wawancara

Bashar al-Assad: Suriah Bukan Boneka

Published 12/02/2015 7 Min Read
Share
7 Min Read
SHARE

President Assad, his wife Asma greet children of martyrs: PhotosLiputanIslam.com — Setelah Foreign Affairs, kini BBC News pun mewawancarai Presiden Suriah Bashar al-Assad. Seperti diketahui, BBC adalah salah satu media Barat pro-pemberontak, yang telah berulang kali menyebarkan informasi palsu terkait krisis Suriah. Misalnya, saat menggunakan foto-foto mayat korban perang di Irak –dan disebut sebagai korban perang Suriah. Setelahnya, BBC juga melakukan manipulasi informasi terkait penggunaan bom barrel, dan video palsu saat terjadi serangan senjata kimia di Ghouta, Suriah.

Apa saja isi wawancara tesebut? Berikut ini ulasan lengkapnya, seperti dilansir oleh Syrian Arab News Agency;

JB: Dalam memerangi kelompok IS dan Al-Qaeda, AS dan sekutunya telah mengatakan bahwa Anda tidak bisa menjadi mitra dalam pertempuran itu. Apakah Anda ingin bermitra, atau join…. [kalimat BBC dipotong Assad]

BA: Bermitra dengan siapa?

JB: Bermitra dengan negara-negara yang memerangi kelompok IS hari ini.

BA: Apakah yang Anda maksud adalah aliansi?

JB: Yordania….[Kalimat BBC diporong Assad]

BA: Tidak. Kami tidak bisa. Kami tidak memiliki kehendak, kami tidak ingin (bekerjasama dengan pasukan aliansi-red), untuk satu alasan yang sederhana, karena kami tidak ingin berada dalam aliansi dengan negara-negara yang mendukung terorisme.

JB: Negara mana?

BA: Kami memerangi terorisme. Dan negara-negara yang tergabung dalam aliansi, sebagian besar dari mereka, adalah pendukung terorisme.

JB: Anda sudah sangat keras dalam kritik Anda Saudi. Sekarang, Saudi mengatakan mereka memerangi IS. Mereka takut pada IS, karena IS tidak menginginkan rezim kerajaan Arab Saudi. Sehingga, bukankah masuk akal jika Arab Saudi mengendaki IS ditumpas? Mengapa Arab Saudi harus mendukung IS?

BA: Pertama-tama, sumber ideologi IS dan kelompok teroris lainnya yang beraffiliasi dengan Al-Qaeda, adalah Wahabi, yang didukung oleh kerajaan Arab Saudi. Jadi, kalau hanya berkata “kami akan melakukan ini” atau berkata “kami tidak melakukan ini”, maka itu bukanlah masalah. Yang terpenting adalah, apa yang Anda lakukan. Tindakan apa yang Anda ambil untuk membuktikan bahwa perkataan Anda itu benar.

JB: Jadi Anda hendak mengatakan bahwa Arab Saudi bertanggung jawab atas ideologi dan munculnya kelompok-kelompok bersenjata?

BA: Jelas. Itu tak perlu dipertanyakan lagi.

JB: Jadi, mengapa mereka menangkap dan memenjarakan simpatisan Al-Qaeda di Arab Saudi?

BA: Saya pikir, mereka menyadari bahwa pihaknya akan mendapat giliran…karena rakyat di kerajaan itu memiliki kecenderungan untuk bergabung dengan IS, atau menerima ideologi ala IS. Itulah sebabnya.

BJ: Mari berbicara tentang sikap AS. Penggulingan Anda dari posisi pemerintahan masih menjadi kebijakan resmi AS. Tetapi ada tanda-tanda bahwa mereka mulai melunak. Menteri Luar Negeri John Kerry baru-baru ini mengatakan bahwa Anda harus mengubah kebijakan Anda. Bahwa, sudah waktunya bagi Presiden Assad untuk memikirkan kepentingan rakyat di urutan pertama, memikirkan tentang segala konsekuensi.

Jadi, ada lifeline yang ia tawarkan, kan? Apakah sikapnya telah melunak? Apakah Anda percaya bahwa Anda, sekarang, dilihat sebagai bagian dalam menemukan solusi krisis?

BA: Pertama-tama, kami tidak bernafas melalui AS. Kami hanya bernafas melalui rakyat kami. Begitulah cara kami bernafas. Ini hal pertama. Jadi (keputusan AS) bukanlah jaminan bagi kelangsungan hidup kami.

Kedua, tergantung dari apa yang ia maksud dengan ‘mengubah’… apa yang ia katakan?

JB: Tempatkan rakyat di urutan pertama. Pikirkan konsekuensi atas tindakan mereka. Sikap ini dinilai telah melunak dibanding dulu. Sebelumnya, mereka berkata, “Pertama-tama, Assad harus digulingkan.”

BA: Jadi yang kedua, itu tergantung pada apa yang dimaksudkan Kerry ataupun pejabat lainnya. Hal ini bukanlah tentang Kerry secara pribadi. Apapun yang ia katakan, kami tidak bersedia menjadi boneka. Apapun yang mereka katakan, kami tetaplah merdeka, kami tetap bekerja untuk kepentingan kami, atau kami bekerja untuk kepentingan bersama dengan pihak lain. Kami tidak akan pernah menjadi boneka  yang bekerja untuk kepentingan mereka dan mengabaikan kepentingan kami. Jadi, Anda harus bertanya, apa maksud pernyataan mereka.

JB: Tapi Anda harus…. pasti. Suriah telah sangat terisolasi. Anda berada di bawah sanksi di sini. Masyarakat tidak bisa menggunakan kartu kredit, Anda terputus dari perdagangan dunia. Maksud saya, Anda harus mengembalikan situasi, agar kembali kepangkuan negara-negara sahabat sebagaimana sebelum tahun 2011.

BA: Kami tidak menolak kerjasama dengan negara manapun, dan tidak akan pernah. Kami tidak pernah memulai konflik ini dengan pihak lain. Mereka yang memulai. Mereka yang mendukung teroris dan memberikan payung hukum. Hal ini bukan tentang mengisolasi Suriah, melainkan meng-embargo penduduk ataupun masyarakat Suriah. Embargo ini tentulah benar-benar berbeda dengan isolasi.

JB: Apakah Anda telah berbicara dengan AS? Ada pesawat AS di udara Suriah sepanjang waktu. Sudahkah Anda berkoordinasi?

BA: Tidak, karena mereka tidak berbicara dengan siapapun kecuali kalau ia adalah seorang boneka. Mereka dengan mudah menginjak-injak hukum nasional, yaitu kedaulatan kami. Jadi, mereka tidak berbicara dengan kami, dan kami tidak berbicara dengan mereka.

JB: Tapi saya ingin tahu, bahwa pada saat ada pasukan AS di atas udara Suriah, dan orang-orang Anda juga ada di udara, Angkatan Udara Suriah, dan belum ada insiden diantara kedua belah pihak. Tidak ada tembak menembak, tidak ada pesawat yang ditembak jatuh. Itu menunjukkan bahwa ada pembicaraan antara kedua belah pihak di sini.

BA: Itu benar. Tapi sekali lagi, tidak ada kerjasama langsung.

JB: Langsung? Apakah melalui Irak? Itulah yang dikatakan oleh beberapa orang.

BA: Melalui pihak ketiga. Lebih dari satu pihak, ada Irak dan negara-negara lain. Kadang mereka menyampaikan pesan. Pesan yang umum. Tapi tidak ada yang bersifat taktis.

JB: Jadi, apakah mereka tidak memberitahu Anda seperti, “Kami akan mengebom Raqqa pada pukul 10.00 malam, silakan menyingkir dari lokasi?”

BA: Kami tahu sebelum operasi militer itu dimulai, tapi kami tidak mengetahui dengan detail.

JB: Dan adakah dialog berkelanjutan yang Anda lakukan melalui pihak ketiga?

BA: Tidak ada dialog. Kalaupun ada, katakanlah, berupa informasi. Tidak ada dialog.

JB: Apakah mereka mengatakan sesuatu?

BA: Ya, sesuatu seperti ini.

JB:  Apakah Anda memberitahu sesuatu pada mereka?

BA: Tidak.

JB: Dan selain Irak, negara lainnya …[kalimat BBC dipotong Assad]

BA: Ketika kami melakukan sesuatu di wilayah kami, kami tidak meminta apapun, tidak memberitahu siapapun. Kami hanya cukup bertindak.

JB: Tidakkah Anda berkata, “Dengarkan, jika Anda melihat helikopter Suriah di pada jam tertentu, jangan tembak mereka, oke?”

BA: Tidak. Itulah yang saya maksud tidak ada kerjasama taktis, melainkan kerjasama melalui pihak ketiga.

—

Previous… || Next…

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Berita Video

Wawancara dengan Media Iran, Jubir Taliban: Takfiri Bahaya Besar bagi Dunia Islam

By Muhammad
Timur Tengah

Pemimpin Hamas: Jasa Jenderal Soleimani Terlihat dalam Kemenangan Palestina

By Muhammad
Analisis

Pembubaran Paksa dan Pelarangan Peringatan Asyura adalah Pelanggaran Hukum dan HAM

By Farid
Analisis

Orang Syiah Sering Dipersekusi Saat Memperingati Asyura, Begini Tanggapan Habib Husein Alkaf

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account