Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Opini

Mari Berpikir Ulang Tentang ISIS

Published 30/12/2014 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE
ISIS eksekusi penduduk saat menguasai Mosul, Irak.
ISIS eksekusi penduduk saat menguasai Mosul, Irak.

Oleh: Putu Heri

Tulisan ini, saya tujukan untuk saudara-saudara setanah air yang masih bingung menentukan sikap atas ancaman kelompok transnasional Negara Islam Irak dan Suriah. Saya memahami, bahwa informasi yang simpang siur tentang ISIS telah menyebabkan cukup banyak putra-putri bangsa Indonesia mendukungnya, bahkan, rela berangkat menuju Suriah dan Irak untuk berjihad.

Saya pernah menghadiri sebuah seminar, yang menghadirkan pemuka agama yang cukup terkenal, seorang penulis dan guru besar di sebuah universitas Islam, dan dengan percaya diri ia meyakinkan bahwa ISIS adalah kelompok Ahlussunah yang sedang memberontak lantaran dizalimi oleh rezim yang berkuasa. Peserta seminar, mayoritas ibu-ibu rumah tangga kebanyakan. Dari respon yang saya lihat, sepertinya mereka percaya perkataan guru besar tersebut.

Dalam banyak kasus, perlawanan terhadap penguasa selalu menjadi isu yang menarik, dan sepertinya layak untuk didukung. Itulah mengapa, ketika rakyat Libya berdemonstrasi untuk menggulingkan Ghadaffi, dan ketika sedikit rakyat Suriah ingin menggulingkan Assad, maka dukungan untuk mereka mengalir deras. Walau akhirnya kita mengetahui, dibalik demonstrasi tersebut ada tangan berdarah AS, Israel, Arab Saudi, Qatar dan sekutunya, yang merasa kepentingannya tidak aman selama Assad ataupun Ghadaffi masih memimpin.

Saudaraku, saya mengajak Anda semua untuk melihat kembali apa-apa yang telah dilakukan ISIS terhadap penduduk Suriah. Demi membangun ‘Daulah Islam’, mereka melakukan serangan terhadap wilayah Suriah, dan berhasil menguasai daerah di utara.

Melihat wilayahnya dicaplok, tentu saja pemerintah sah Suriah tidak akan tinggal diam. Mereka pun berusaha membebaskan wilayah yang dikuasai ISIS. Akibatnya, bentrokan senjata yang dahsyat pun tak terelakkan.

Dan hasilnya, hanya dalam waktu enam bulan, ISIS telah membantai sekitar 1.878 orang di Suriah, sebagaimana laporan dari Syrian Observatory for Human Rights (SOHR).  Sebanyak 1.175 korban merupakan warga sipil, 930 berasal dari Al-Shaitat, sebuah kawasan di sebelah timur Deir Ezzor. Mereka dibantai dengan cara yang keji, seperti dipenggal dan ditembak. ISIS membantai tanpa pandang bulu, baik wanita maupun anak-anak yang tak berdosa, tak luput dari sasaran pembantaian. Selain dari Deir Ezzor, korban lainnya juga berasal dari Raqqa, Hasakah, Aleppo, Homs dan Hama.

Mengapa rakyat sipil turut dibantai? Alasannya bermacam-macam. Mulai dari menolak dijadikan budak syahwat, menolak menyerahkan keluarganya untuk melayani ISIS, dianggap mata-mata pemerintah, atau tuduhan melakukan pelanggaran syariat serta penghinaan/hujatan kepada ISIS.

Saudaraku, mari saya ajak melihat kisah seorang perempuan Suriah yang malang. Di tempat ISIS berkuasa, wanita diharuskan memakai cadar. Naas, ada seorang wanita yang memakai cadar transparan, dan akibatnya, iapun dijatuhi hukuman. Ia diminta memilih, hukuman cambuk atau digigit, dan si wanita memilih digigit. Benar, ia digigit di leher hingga pembuluh darahnya pecah dan terjadi pendarahan hebat, dan ia pun tewas. Kisah selengkapnya di sini.

Saudaraku, ISIS juga telah mengeksekusi 120 anggotanya sendiri, yang mencoba hendak kembali pulang ke negara asalnya. Contohnya, pemuda asal Inggris, Mehdi Hassan alias Abu Dujana, tewas saat berusaha kabur dari Suriah namun tertangkap di wilayah perbatasan Turki dan kemudian foto mayatnya di kota Ain al-Arab (Kobane) diunggah di Twitter. Kisah selengkapnya di sini.

Dan akibat peperangan melawan ISIS, dalam enam bulan ini sekitar 500 orang tentara Suriah juga tewas. Bagi ISIS, nyaris tak ada rasa kemanusiaan dalam memperlakukan tawanan. Mereka yang sudah tidak berdaya, tetap dieksekusi.

SOHR menyatakan, bahwa jumlah korban jiwa yang dibantai ISIS bisa saja jauh lebih banyak, karena sampai hari ini, ada ratusan orang yang hilang dalam tahanan ISIS, ada sekitar 1000 orang yang tidak bisa dikontak dari suku Al-Shaitat, dan masih banyak penduduk Kurdi yang juga hilang sejak adanya serangan intensif terhadap wilayah Ain al-Arab (Kobane) pada bulan September 2014.

Saudaraku, hal-hal yang saya sampaikan diatas masih belum seberapa. Masih sangat banyak hal-hal keji yang dilakukan ISIS di Suriah dan Irak. Namun setidaknya, dengan gambaran singkat tersebut, kita yang masih memiliki hati nurani, mampu melihat persoalan dengan jernih. Katakanlah ISIS adalah pejuang Ahlussunah yang dizalimi, tapi mengapa disaat yang lain, ISIS juga melakukan kezaliman yang sama? Dan mari kita bayangkan jika apa yang terjadi di Suriah juga terjadi di Indonesia. Masihkah Anda semua akan mendukung ISIS jika yang dibantai adalah suami, istri, ataupun keluarga Anda? Mari, tetapkanlah hati dan cintai NKRI. (LiputanIslam.com)

—–

Redaksi menerima sumbangan tulisan untuk rubrik Opini, silahkan kirimkan ke [email protected]

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Opini

Perang Opini di Dunia, Israel Kalah Telak Melawan Palestina

By Muhammad
Indonesiana

Seruan Jihad Lewat Adzan, Melawan Siapa?

By Fadel
Indonesiana

Kasus Telkomsel dan Hassan Haikal yang Kian Meradang

By Fadel
Analisis

Dari Palestina Hingga Amerika, Kita Harus Membela Hak Semua Orang untuk Bernapas

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account