Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Opini

#Illridewithyou: Perlawanan Terhadap Rasisme dan Kefanatikan

Published 16/12/2014 6 Min Read
Share
6 Min Read
SHARE

hastag illridewituOleh: Putu Heri

Ketika Ahmadiyah diberangus, penganut Syiah Sampang diusir dari kampung halamannya, dan jemaat GKI Yasmin harus beribadah di trotoar menjadi catatan sejarah buruk bagi Indonesia, maka tidak demikian halnya dengan Australia. Di negara yang penduduknya mayoritas beragama Kristen ini, kaum Muslimin tetap diperlakukan dengan manusiawi.

Ya, inilah Australia. Hari ini, tagar #Illridewithyou kembali menjadi trending topic. Sejak kemarin, #Illridewithyou digunakan oeh netizen Australia sebagai penolakan terhadap adanya ancaman, intimidasi, ataupun penyerangan yang mungkin saja dilakukan terhadap kaum Muslimin di Australia, sebagai imbas atas adanya penyanderaan sebuah kafe di Sydney, oleh oknum yang membawa bendera Islam.

Penyanderaan  yang dilakukan oleh pria yang bernama Man Haron Moris ini, telah menuai kecaman dari Australian National Imam’s Council (ANIC), organisasi yang memayungi kaum Muslimin di Australia. ANIC menyatakan bahwa kejahatan yang dilakukan oleh Moris, sama sekali tidak mewakili Islam.

Reuters melaporkan, akibat kasus penyanderaan ini, mulai timbul sikap antipati atau kebencian terhadap Islam, karena sekali lagi, Moris menggunakan bendera Islam dalam aksinya. Akibatnya, ada wanita berjilbab yang kemudian diludahi, lalu ada pula kelompok sayap kanan di Australia yang melakukan protes di masjid. Dengan kondisi seperti ini, identitas Muslim akhirnya menjadi sebuah momok menakutkan. Dan seorang netizen menceritakan, bahwa ia melihat seorang wanita yang hendak mencopot jilbabnya, karena khawatir…

Namun situasi tersebut tidak berlangsung lama, karena ternyata, ada lebih banyak warga Australia yang bersedia menjadi tameng untuk melindungi kaum Muslimin. Mereka menunjukkan solidaritas tinggi untuk melawan Islamphobia, dan hal itu mereka tunjukkan dalam bentuk #Illridewithyou

“If you reg take the #373 bus b/w Coogee/MartinPl, wear religious attire, & don’t feel safe alone: I’ll ride with you. @ me for schedule,” tulis @sirtessa.

@sirtessa menawarkan dirinya untuk menemani  siapa saja yang melewati rute tersebut dan tidak merasa aman akibat busana yang dikenakan identik dengan simbol agama (seperti jilbab-pen) —agar me-mention dia. Dan #Illridewithyou pun menempati posisi teratas trending topic, yang artinya, puluhan ribu warga Australia siap untuk berdiri bersama kaum Muslimin.

Rachel Jacobs, seorang dosen di Australia Catholic University menuturkan  kepada Brisbane Times, bahwa #Illridewithyou merupakan sebuah perlawanan terhadap rasisme dan kefanatikan. #Illridewithyou adalah kekuatan toleransi dan kasih sayang. #Illridewithyou adalah perjanjian untuk memperlakukan semua orang—siapapun dia, dengan penuh rasa hormat. #Illridewithyou adalah pengingat bagi warga Australia, bahwa tidak sepatutnya sebuah komunitas atau kelompok harus bertanggung jawab atas kesalahan yang dilakukan oleh satu orang. #Illridewithyou adalah pesan bagi para bigot, bahwa mereka tidak diinginkan berada di Australia.

Bagaimana dengan Indonesia?

Sayangnya, dalam beberapa waktu terakhir ini, penyebaran kebencian terhadap suatu kelompok/ agama/ etnis yang berlainan, sudah seperti makanan sehari-hari. Padahal, Indonesia menjadikan Pancasila dan Undang-Undang sebagai dasar negara. Padahal, Indonesia memiliki slogan Bhineka Tunggal Ika. Beberapa waktu terakhir, Front Pembela Islam sering menggelar demonstrasi untuk menolak Ahok, Gubernur DKI Jakarta, atas nama agama dan ras. Tak cukup sampai disitu, FPI bahkan melantik gubernur tandingan!

Hingga kini, jemaat GKI Yasmin tetap tidak bisa beribadah di gereja miliknya, kendati Mahkamah Agung telah memutuskan, bahwa gereja tersebut harus dikembalikan lagi kepada jemaat. Ironisnya lagi, Walikota Bogor yang telah berjanji untuk membuka gereja, harus menyerah menghadapi tekanan kelompok intoleran yang menyegel paksa tempat ibadah tersebut.

Nasib pegungsi Syiah yang terusir dari kampung halamannya juga tidak kalah tragis. Saat Hari Anak Internasional lalu, seorang anak pengungsi mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo, meminta agar dipulangkan.

“Yang terhormat Bapak Presiden Jokowi, saya Fidek Mahdi, putra dari salah satu korban kekerasan Sampang Madura. Saya mohon kepada Bapak yang terhormat kembalikan kami ke tempat kelahiran kami. Kami ingin sekolah dengan tenang, kami ingin jadi anak yang berguna bagi bangsa dan negara.

Semua teman-teman pengungsi kehilangan keceriaan karena ketidak adilan ini. Haruskah kami jadi anak jalanan? Karena ketidak adilan ini. Sekian lama, sudah hampir tiga tahun kami di pengungisan sampai sekarang belum juga ada kejelasan. Saya mohon kepada Bapak Jokowi yang terhormat, bantu kami semua. Kami sekarang putus sekolah karena harus berpindah-pindah tempat, kami ingin jadi anak yang pintar. Kami tidak ingin diusir di negara sendiri.”

Dan kini menjelang perayaan Natal, maka lini massa kembali diramaikan dengan perdebatan tentang halal-haramnya ucapan selamat Natal. Isu ini nyaris selalu menjadi topik panas setiap tahunnya, yang berujung pada ketidakharmonisan di dalam tubuh ummat Islam itu sendiri.

Saya rasa, sudah saatnya semua kebodohan ini diakhiri. Sudah saatnya kita kembali bergandengan tangan, merajut kembali Indonesia yang telah tercabik dengan maraknya konflik horizontal. Sudah saatnya kita bersatu melawan intoleransi, dengan membuka ruang dialog.

Musuh kita bukanlah Sunni, Syiah, Kristen, Budha atau Hindu. Bukan pula etnis China, ataupun suku Batak. Sayyidina Ali kw menyatakan, “Musuh utama manusia adalah kebodohan dan ketidak-tahuan.”

—–

Redaksi menerima sumbangan tulisan untuk rubrik Opini. Silahkan kirimkan ke [email protected]

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Opini

Perang Opini di Dunia, Israel Kalah Telak Melawan Palestina

By Muhammad
Indonesiana

Seruan Jihad Lewat Adzan, Melawan Siapa?

By Fadel
Indonesiana

Kasus Telkomsel dan Hassan Haikal yang Kian Meradang

By Fadel
Analisis

Dari Palestina Hingga Amerika, Kita Harus Membela Hak Semua Orang untuk Bernapas

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account