Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Sandiwara Maut Gaya AS

Published 07/12/2014 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

suriahOtong Sulaeman

Waktu terus bergulir, dan tiba-tiba saja, catatan waktu menunjukkan bahwa sudah hampir empat tahun lamanya krisis Suriah berlangsung. Negeri yang dikenal sebagai tempat lahirnya peradaban-peradaban besar dunia itu kini luluh lantak didera perang berkepanjangan. Korban yang tewas akibat perang tersebut sudah menembus angka 200.000 orang.

Apa yang menyebabkan tragedi ini sampai terjadi? Jawabannya akan sangat bergantung kepada siapa yang kita tanya. Jika hal itu ditanyakan kepada Amerika, Israel, Turki, dan negara-negara monarki Arab, jawabannya adalah: ini semua akibat kekejaman Rezim Bashar Assad, yang menindas rakyatnya. Assad yang Syiah dan kejam menindas kaum oposisi Sunni. Untuk itulah maka, pihak-pihak tersebut kemudian memberikan bantuan kepada sejumlah pihak yang disebut sebagai kelompok oposisi agar mereka bisa menumbangkan pemerintahan Assad. Bantuan tersebut sangat beragam, dari mulai finansial, fasilitas, konsultasi strategi, hingga bantuan senjata.

Belakangan, baru terungkap secara nyata kepada publik dunia bahwa apa yang disebut sebagai kelompok “oposisi” itu ternyata adalah orang-orang asing yang didatangkan dari luar, alias bukan warga negara Suriah. Rami Abdel Rahman, Direktur Observatorium Suriah yang berbasis di Inggris, misalnya, memberitakan bahwa ratusan ribu orang asing diimpor ke Suriah untuk menumbangkan Assad, dan lebih dari 130.000 orang di antaranya tewas dalam berbagai pertempuran.

Tiba-tiba saja keberadaan kaum militan asing itu menjadi sesuatu yang harus diterima oleh publik dunia, dan fenomena yang seolah-olah bersifat independen. Ketika kelompok yang menyebut dirinya ISIS (atau IS) belakangan memproklamirkan diri, publik dunia seakan lupa bahwa kelompok tersebut tidak lahir dari udara kosong, melainkan mewujud dalam sebuah konteks yang berjalin berkelindan dengan AS dan sekutu-sekutunya.

Bahkan ketika indikasinya masih sangat jelas, publik seperti tidak peduli. Lihatlah ketika foto konvoi kemenangan kelompok ISIS dengan jelas menunjukkan bahwa mereka menggunakan fasilitas NATO (misalnya mobil bak terbuka merek Toyota), sangat sedikit yang mau menghubungkan indikasi sangat jelas ini dengan peran AS dan sekutunya di balik deklarasi dan kesuksesan ISIS.

Lalu, situasi berubah. Kelompok yang tadinya digadang-gadang akan mampu menumbangkan Assad itu ternyata malah menunjukkan watak kebrutalan tak terperi. Dunia serempak mengutuk mereka. Dan anehnya, ketika AS dan sekutu-sekutunya berbicara mengenai program perang melawan ISIS, dunia juga seperti menerimanya tanpa melihat adanya kontradiksi dari sikap-sikap AS tersebut. Dunia seakan tidak mencium gelagat sandiwara dalam tindak-tanduk mereka.

Pertanyaan ini sederhana, tapi sangat penting: Apakah AS berkepentingan dengan keberadaan ISIS atau tidak? Jika jawabannya adalah “tidak”, tentu ini kontradiktif dengan proses kelahiran ISIS. Jawaban “tidak”betul-betul a-historis, alias menabrak logika sejarah. Jika jawabannya adalah “ya”, itu berarti Anda jangan pernah percaya segala slogan omong-kosong tentang tindakan pemberantasan ISIS.

Perhatikanlah betapa sangat setengah hatinya AS dalam operasi perang melawan ISIS ini. Meskipun AS memiliki amunisi yang lengkap serta kemampuan strategi perang yang andal, mereka tak pernah bisa mengalahkan ISIS. Brett McGurk, Deputi Penasihat Menteri Luar Negeri AS, misalnya, menyatakan bahwa perang melawan kelompok teroris ISIS sangat sulit dan membutuhkan waktu.

Amerika terus bersandiwara, dan jutaan nyawa manusia terus melayang sia-sia. (editorial/liputanislam)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Editorial

Zionis Israel Sedang Tidak Baik-Baik Saja

By Farid
Editorial

Rujuknya Iran dengan Arab Saudi, Tamparan bagi AS

By Farid
Editorial

Berdamai dengan Zionis Israel Adalah Delusi Konyol

By Farid
Dari Redaksi

Urusan Palestina, Jangan Pernah Berharap kepada Lembaga ‘Banci’ PBB

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account