Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Tabayun

Dan, Biarkan Tartus yang Bercerita…

Published 09/11/2014 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE
Mustafa Sobhi dan Istri, foto: AP
Mustafa Sobhi dan Istri, foto: AP

LiputanIslam.com — Meninggalkan Damaskus, menuju Tartus, Anda akan menjumpai Mustafa Sobhi, seorang pendakwah asal Aleppo yang mengungsi di daerah pesisir Suriah tersebut. Bersama istrinya, Faten Shaar, ia memilih untuk tetap bertahan di sana, bersama kurang lebih 350.000 pengungsi lainnya, yang kebanyakan, merupakan penganut mazhab Sunni.

“Mejad, anak kami, telah gugur. Ia adalah seorang tentara. Kami terpaksa melarikan diri dari Allepo,” kata Mustafa, seperti dilansir Associated Press, 2 Novemer 2014. Di tembok belakang tempat ia duduk, terdapat sebuah foto pemuda berwajah rupawan dengan seragam militer yang lazim digunakan oleh Syrian Arab Army.

Namun ia masih punya seorang anak lagi, yang kini berjualan sandwich di depan sebuah universitas lokal. Perang telah menghancurkan segalanya, tapi setidaknya, ia dan keluarganya merasa aman di Tartus.

Masih di kota yang sama, Anda akan menjumpai pengungsi lainnya, Mohammed Jallad. Ia adalah seorang pembuat oven, yang juga berasal dari Allepo. Rumah dan bisnisnya telah hancur berkeping-keping, ia pun melarikan diri bersama keluarganya. Lalu dengan modal pinjaman yang ia dapat, pria berusia 32 tahun tersebut kembali merintis usaha di Tartus.

“Saya tidak akan ke luar Suriah untuk bergabung dengan tiga juta pengungsi lainnya (di negara tetangga). Saya ingin bekerja di sini,” kata Mohammed.

Mengungsi di negeri sendiri, jelas bukan impian bagi Mustafa maupun Mohammed. Walau demikian, mereka tetap memilih untuk tinggal di Tartus.

Assad untuk Selamanya

Tartus, adalah sebuah kota yang penduduknya adalah mayoritas penganut sekte Alawite, sebagaimana yang dianut oleh Bashar al-Assad, Presiden Suriah. Di kota ini, banyak tembok-tembok dicat merah dan hitam selayaknya bendera Suriah, foto Assad bertebaran dimana-mana, baik yang menggambarkan Assad sebagai seorang panglima tinggi tentara, seorang pengusaha, hingga seorang ayah yang hangat.

Di sudut jalan, ada sebuah grafiti yang berbunyi, ‘Assad untuk selamanya’. Di tempat lainnya, ada grafiti yang berbunyi, ‘Aku mencintaimu, Lulu.’

Singkatnya, kota ini adalah basis kuat rakyat Suriah yang mendukung Assad, dan di tempat ini pula, Rusia menempatkan kapal-kapal perangnya di pelabuhan, guna memperkuat pertahanan maritim Suriah yang tengah diguncang proxy war.

Keberadaan Mustafa  dan Mohammad di Tartus, adalah sebuah realita yang tidak bisa dibantah. Selama perang Suriah yang telah berlangsung selama tiga setengah tahun, yang oleh media-media berlabel Islam di Indonesia disebut perang “Sunni vs Syiah” atau perang “Islam vs Thagut”, bisa dipastikan hal-hal serupa ini tidak akan ada dalam pemberitaan yang mereka rilis. Selama ini, masyarakat Indonesia dibawa kepada sebuah pemahaman bahwa di Suriah telah terjadi konflik sekterian.

Masihkah bisa disebut konflik sekterian, jika ada 350.000 pengungsi Sunni yang kemudian menetap, bekerja, dan merasa aman di daerah yang dihuni oleh mayoritas Alawite?

Memang benar, Presiden Suriah adalah seorang Alawite. Tetapi istrinya, Asma Al-Assad adalah seorang Sunni.  Perdana Menteri dan banyak menteri dalam kabinetnya adalah penganut mazhab Sunni, dan Mufti Agung Suriah, juga seorang Sunni. (Baca juga: Menteri dan Mufti di Suriah, Adalah Muslim Sunni)

Di Suriah, rakyat bersatu dalam perbedaan, mereka saling mencintai dalam kegetiran. Sedangkan di sini, media-media berlabel Islam tersebut, berlomba mengobarkan kebencian. (ba)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tabayun

PBB: Terjadi Eksekusi-Eksekusi Cepat Bermotif Sektarian di Suriah

By Muhammad
Tabayun

Gencatan Senjata Diusulkan untuk  Gaza, Begini Beberapa Rinciannya

By Muhammad
Galeri

Falasi Zionis (6): Ada Teroris Membela Palestina

By Farid
Galeri

Falasi Zionis (5): Melawan Israel Itu Irasional

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account