Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Opini

Sinabung dan Gagalnya Skenario Asal Bapak Senang

Published 30/10/2014 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

jokowi pesawatOleh: Putu Heri

Tidak ada yang menyangka, bahwa Presiden Indonesia Joko Widodo, akan berkunjung ke Sinabung dihari ke sepuluh ia dilantik. Tidak ada bocoran informasi sama sekali dari Istana, dan dari pantauan saya, hampir seluruh media nasional baru memberitakan rencana tersebut pada hari Selasa, 28 Oktober 2014 pada sore hari.

Akibatnya, sudah bisa ditebak. Tidak ada persiapan memadai yang digelar oleh pemerintah provinsi setempat. Arus lalu lintas di jalan utama kota itu pun lancar. Tidak terlihat kesiagaan aparat keamanan, sebagaimana biasa jika seorang presiden melakukan kunjungan kerja.

Relawan Sinabung, melalui akun twitternya @Sinabung_V mengungkap sebuah skenario dengan membuat agenda yang mengarahkan Jokowi ke posko pengungsi di Pendopu Bupati, dan para pengungsi yang diinstruksikan untuk tersenyum, seolah kondisi mereka baik-baik saja dalam penanganan pemerintah daerah.

Lalu, apa yang terjadi?

Sudah bisa ditebak, Jokowi tidak bisa diatur-atur dengan protokoler yang disiapkan. Alih-alih akan mendengarkan pemaparan di Pendopo, ia justru hanya bertahan selama 5 menit. Setelahnya, ia langsung blusukan menemui pengungsi yang tersebar di berbagai titik. Panitia dan awak media yang sudah disiapkan di lokasi pun kalang kabut.

Saya tidak akan membahas lebih jauh tentang kegiatan Jokowi di Sinabung dengan rombongan ‘rampingnya’, tapi kejadian ini, mengingatkan masa kecil saya waktu bersekolah. Dulu, setiap kali akan ada kunjungan camat, bupati, dan pejabat-pejabat pemerintah ke sekolah, maka sekolah kami pun dipercantik. Dinding dicat mengkilat, meja dan kursi yang rusak diperbaiki, taman sekolah ditata rapi, dan saat kunjungan tiba, murid-murid harus berpakaian rapi, tenang, tidak boleh ribut, tidak boleh main-main di luar halaman sekolah dan berbagai aturan lainnya. Singkatnya, para guru di sekolah hendak menunjukkan bahwa situasi di sekolah kami sangat kondusif dan murid-muridnya baik.

Padahal, kenyataannya pada hari-hari biasa, guru-guru sekolah tidak sepeduli itu. Saya sering main petak umpet, lalu bersembunyi di sawah dan kebun yang berada di belakang sekolah. Murid-murid juga sangat sering juga jajan di warung di luar sekolah. Fasilitas sekolah yang rusak juga pemandangan biasa.

Sepertinya, Indonesia yang pernah terperangkap dalam tradisi asal bapak senang (ABS), belum bisa membebaskan diri sepenuhnya dari budaya tersebut. Dulu di era Orde Baru yang dipimpin Soeharto, presiden memiliki kekuatan yang sangat besar dan mengontrol semua lini. Akibatnya, semua pejabat yang berorientasi pada kekuasaan dan kemapanan, akan menempuh politik ABS.

Sebut saja Harmoko, Menteri Penerangan yang namanya sangat populer karena selalu menghiasi layar kaca. Setiap kali Harmoko melakukan kunjungan ke daerah, dia selalu berucap,“Menyampaikan salam dari Bapak Presiden Soeharto.” Dan setiap kali memberikan keterangan Pers, selalu diawali dengan ucapan,“Menurut petunjuk Bapak Presiden…”

Para menteri dalam kabinet Soeharto, telah lihai dalam menerapkan politik ABS, dan pada umumnya, tidak berani melakukan kritik apapun. Dan tidak berhenti sampai di jajaran menteri, berbagai lembaga negara lainnya pun tidak luput dari praktik ABS. Tidak salah jika Iwan Fals, melalui lagunya mengkritik kelakuan anggota dewan yang hanya bisa mengucapkan kata’setuju’ terhadap kebijakan-kebijakan yang disodorkan oleh Soeharto. ABS ini pula, yang membawa Soeharto menuju kelanggengan kekuasaan selama 32 tahun.

Kini, kita hidup di jaman reformasi. Kebebasan berbicara telah dibuka seluas-luasnya. Informasi dari seluruh dunia sangat mudah untuk diakses, namun sayangnya, masih ada yang mencoba bermain-main dengan politik ABS. Saya yakin, teriakan pengungsi Sinabung telah sampai di Istana Negara.

Di lain sisi, gaya kepemimpinan Jokowi yang ‘merepotkan’ banyak pihak juga telah tersebar. Mulai dari staf Istana, Paspampres, hingga wartawan yang biasa meliput kegiatannya, semua mengeluhkan gerak Jokowi yang susah ditebak dan tiba-tiba. Jokowi juga dikenal tidak patuh kepada protokoler, dan cenderung bersikap seenaknya saja. Sidak mendadak juga biasa ia lakukan saat menjabat sebagai Gubernur Jakarta. Sayangnya, hal ini terlambat disadari oleh pemerintah daerah Sumatera Utara, yang akhirnya harus menanggung malu lantaran skenario ABS yang disiapkan gagal total.

Harapan saya sebagai rakyat biasa tidak banyak. Kepada para pemimpin negeri ini, berhentilah bersandiwara atau berpura-pura, memoles citra dengan skenario yang memuakkan. Lekaslah sembuh dan layani rakyat. Tentu, pesan ini juga saya sampaikan untuk guru-guru di sekolah saya dahulu.

_____
Redaksi menerima kiriman tulisan untuk rubrik Opini, silahkan kirimkan ke [email protected]

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Opini

Perang Opini di Dunia, Israel Kalah Telak Melawan Palestina

By Muhammad
Indonesiana

Seruan Jihad Lewat Adzan, Melawan Siapa?

By Fadel
Indonesiana

Kasus Telkomsel dan Hassan Haikal yang Kian Meradang

By Fadel
Analisis

Dari Palestina Hingga Amerika, Kita Harus Membela Hak Semua Orang untuk Bernapas

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account