Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Kabinet Baru dan Penyanderaan Politik

Published 28/10/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

jokowi3Otong Sulaeman

Kabinet baru telah terbentuk. Satu lagi fase politik telah dilalui. Kentara sekali bahwa sisi politik dari pembentukan kabinet ini jauh lebih menonjol dibandingkan dengan dimensi-dimensi lainnya. Selain membicarakan soal langkah kongkret yang akan diambil jajaran kabinet Jokowi-JK, media juga sangat menonjolkan perbincangan mengenai sisi-sisi politis dari proses pembentukan kabinet ini.

Perbincangan mengenai waktu penetapan, soal para calon menteri yang mendapatkan penilaian negatif dari KPK, hingga jatah menteri untuk partai koalisi memenuhi ruang publik. Kini, perbincangan mulai didominasi oleh kritikan dan kecaman yang dialamatkan kepada sejumlah figur menteri terpilih karena dianggap tidak memenuhi ekspektasi publik. Perlu segera ditambahkan bahwa perbincangan, kritikan, kecaman bernada politis ini tidak hanya datang dari kelompok rival politik Jokowi-JK (yang secara sederhana disebut sebagai kelompok pro-Prabowo), melainkan juga datang dari sejumlah kelompok yang sejak lama termasuk menjadi bagian dari relawan Jokowi-JK.

Jokowi yang awalnya dinilai oleh sejumlah kalangan sebagai ‘orang-baik’, kini harus menghadapi kecaman, bahkan dari kalangan yang sama, yang tadinya sangat mengelu-elukannya. Jokowi ternyata mengambil langkah kompromistis. Ia mengakomodasi kepentingan politik kelompok tertentu sambil mengesampingkan kepentingan publik yang lebih luas.

Begitulah faktanya. Dari mulai proses pencalonan, kemenangan, hingga penyusunan kabinetnya, Jokowi-JK harus melalui fase-fase politik serta harus mengakomodasi kekuatan rente. Tanpa kendaraan politik dengan segala macam intriknya, mustahil Jokowi akan terpilih sebagai presiden. Tanpa berkompromi dengan kekuatan rente yang sangat perkasa mencengkeram bumi Indonesia, Jokowi pasti sudah di-‘busuk’-kan sejak awal.

Kita semua memang tidak hidup di ruang hampa. Begitu juga Jokowi. Format politik yang mengantarkannya sebagai presiden ternyata sangat menyanderanya hingga segala langkah apapun yang diambilnya pasti punya kekurangan dan berpotensi untuk dipersalahkan. Sebagai contoh, jika Jokowi tidak mengakomodasi kepentingan partai-partai politik pendukungnya (misalnya saja, ia tidak menempatkan para kader partai di kabinet), tentu dengan mudah ditebak bagaimana nasib pemerintahannya. Usianya pasti tak akan lama. Begitu juga jika ia tidak mengakomodasi kepentingan kelompok-kelompok pemburu rente.

Perlu segera ditambahkan bahwa secara teoretis, hal yang sama juga dipastikan akan dialami oleh sang rival (Prabowo), seandainya hasil pemilu menempatkannya sebagai pemenang. Bahkan, dari kacamata politik, situasinya mungkin saja lebih ‘buruk’ karena Koalisi Merah Putih yang mengusung Prabowo-Hatta sejak awal secara ‘jujur’ dan terus terang tidak mengharamkan transaksi politik. Akomodasi, kompromi, dan toleransi pastilah akan lebih lentur dan terbuka. Akibatnya, kecaman yang dilancarkan oleh publik pastilah akan lebih bertubi-tubi.

Perjuangan bangsa ini untuk mempercepat proses pembangunan demi meraih cita-cita kemerdekaan sepertinya memang masih sangat berat. Tapi kita tak pernah tahu pasti soal masa depan negeri ini. Siapa tahu akan ada momen-momen tertentu yang nantinya bisa mendorong terjadinya perubahan fundamental. Wallahu a’lam. (editorial/liputanislam.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Editorial

Zionis Israel Sedang Tidak Baik-Baik Saja

By Farid
Editorial

Rujuknya Iran dengan Arab Saudi, Tamparan bagi AS

By Farid
Editorial

Berdamai dengan Zionis Israel Adalah Delusi Konyol

By Farid
Dari Redaksi

Urusan Palestina, Jangan Pernah Berharap kepada Lembaga ‘Banci’ PBB

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account