Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Tabayun

Heroisme Wanita Kurdi dan Kegentaran ISIS

Published 09/10/2014 6 Min Read
Share
6 Min Read
SHARE

Kurdish female fighters of the Kurdish People's Protection Units hold their weapons at a military camp in MalikiyaKobane, LiputanIslam.com – Tak seperti kaum perempuan lainnya, kaum perempuan Kurdi Suriah di kota Ain al-Arab atau yang disebut oleh penduduk Kurdi dengan nama “Kobane” tak kalah hebatnya dengan kaum pria dalam berjuang membela bangsa dan kampung halamannya. Banyak di antara mereka yang sejak usia remaja sudah sangat akrab dengan senapan laras panjang.

Sedemikian besar peran mereka dalam perjuangan melawan musuh sehingga satuan milisi pertahanan Kurdi Suriah yang terdiri 7,000 personil perempuan ternyata justru menjadi kekuatan utama yang selama ini telah menahan atau menghambat gerak maju gerombolan teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) ke kota di bagian utara Suriah dan berada tepat di sisi perbatasan Turki tersebut.

Situs pemberitaan Shafaq News dalam sebuah laporannya mengisahkan besarnya peranan kaum Hawa bersenjata itu dalam perjuangan mempertahankan kota Kobane. Menurut situs berbahasa Arab ini, pasukan teroris ISIS bahkan gamang dan takut mati di tangan para petempur perempuan Kurdi yang jumlahnya sangat besar itu. Apalagi, lanjut Shafaq News, para ekstrimis takfiri beraliran faham Salafi/Wahabi itu meyakini tidak akan bisa masuk surga jika sampai terbunuh oleh perempuan.petempur wanita kurdi3

“Bukan tidak mungkin pejuang perempuan inilah yang menjadi salah satu faktor utama ketertahanan para takfiri ISIS dalam upayanya untuk masuk ke dalam kota Kobane. Sebab, para petempur ISIS takut mati dalam berhadapan dengan mereka yang sudah berpengalaman berperang melawan ISIS di kota Aleppo. Karena itu sejauh ini ISIS tertahan dalam posisi mengepung kota,” ujar seorang pejuang Kurdi di Kobane.

Berlatih Seperti Kaum Pria

Di Suriah terdapat satuan pertahanan perempuan yang menampung 7,000 ribu personil perempuan muda. Mereka di tempatkan di berbagai kawasan berpenduduk Kurdi dengan tugas melindungi warga Kurdi di depan serangan teroris takfiri ISIS dan cabang al-Qaeda di Suriah yang bernama Front al-Nusra.

Satuan pertahanan itu menjalin hubungan kuat dengan Partai Pekerja Kurdi Turki (PKK) dan berada di satu front dengan pasukan Kurdi Irak, Peshmarga, melawan gerombolan bersenjata ISIS.

petempur wanita kurdi4Kaum Hawa berlatih militer sama persis dengan kaum Adam. Pukul 04.00 mereka harus bangun di sebuah pangkalan tempat pelatihan di dekat kota Derek, Suriah. Usai mengikuti kegiatan olah raga dan berlatih perang mereka masih harus masuk ke kelas untuk mengikuti pelajaran teori militer. Mereka mengikuti latihan perang dengan senjata-senjata sungguhan. Mereka juga mengikuti pelajaran ideologi partai dari PKK.

Senjata dan Budaya Pengorbanan

Senjata utama petempur perempuan Kurdi adalah senapan laras panjang AK47 Klashinikov buatan Rusia. Mereka juga akrab dengan granat, ranjau, bom rakitan dan granat berpeluncur roket, RPG. Mereka banyak berlatih menjalankan operasi-operasi khusus serta penggunaan senapan otomatis dan senapan mesin ukuran sedang hingga berat.

Para petempur itu kebanyakan masih gadis, dan mereka bertekad untuk mengutamakan pembelaan penduduk Kurdi atas segala kepentingan lain. Kata kunci dalam slogan mereka adalah “hafar”, sebuah kosakata bahasa Kurdi yang berarti “ketulusan”.

petempur wanita kurdi 0Usia mereka berkisar antara 18 hingga 24 tahun. Namun demikian, di tengah mereka ada pula anak-anak gadis yang masih berusia 13 tahun. Ajaibnya, anak-anak di bawah umur itu bukan direkrut atau mendapat semacam tekanan, melainkan anak-anak yang kabur dari rumah mereka agar bisa ikut bergabung ke dalam milisi Kurdi. Alasannya pun juga dahsyat; “demi membela rakyat Kurdi”.

Mereka tampaknya juga digembleng dengan semangat kepedulian dan pengorbanan tingkat tinggi. Mereka sangat mengutamakan berbuat baik dan santun kepada orang lain. Karena itu, tak jarang mereka berbagi jatah makanan roti dan lauk mereka yang sederhana dengan penduduk sekitarnya yang sengsara akibat dikepung teroris ISIS.

1 Perempuan Kurdi Setara 10 Pria ISIS

Di saat pasukan ISIS takut mati di tangan wanita bersenjata Kurdi karena para teroris yang merasa sebagai mujahidin calon penghuni surga itu meyakini tidak akan masuk surga jika terbunuh di tangan perempuan, para Srikandi Kurdi itu justru sama sekali tidak tersentuh rasa gentar menyongsong maut.

“Kami sambut kematian dengan dada terbuka,” slogan mereka.

Sepanjang Agustus lalu, tak kurang dari 24 petempur perempuan Kurdi gugur dalam pertempuran melawan ISIS dan Front al-Nusra di Suriah.

Dalam pertempuran di kota Kobane dilaporkan bahwa puluhan korban jiwa dan luka juga jatuh di pihak prajurit wanita Kurdi dalam perang kota melawan ISIS yang masuk ke bagian pinggiran kota. Berbagai laporan juga menyebutkan bahwa mereka pantang menyerah kepada ISIS sehingga mereka akan terus bertempur hingga nafas terakhir. Mereka memilih mati dalam keadaan terhormat daripada harus menjadi tawanan ISIS yang dikenal kejam dan memperlakukan tawanan perempuan sebagai pemuas birahi.

suriah kurdi ceylan ozlap
Foto Ceylan Ozalp, gadis petempur Kurdi yang memilih menghabisi nyawanya sendiri saat terkepung oleh pasukan teroris ISIS.

Laporan itu terbukti dengan terjadinya sebuah peristiwa dramatis di mana seorang gadis petempur Kurdi bernama Ceylan Ozalp, 19 tahun, memilih menghabisi nyawanya sendiri ketika akan ditawan oleh pasukan ISIS.

Sebelum kejadian tragis tersebut, gadis cantik itu sempat mengatakan di depan kamera seorang wartawan, “Mereka (ISIS) gemetar ketakutan ketika melihat ada perempuan bersenjata, padahal mereka merasa sebagai pemberani. Kemampuan satu perempuan kami setara dengan 10 pria mereka.”

Rekaman video Ozlap saat berkata demikian bertebaran di situs berbagi video Youtube. Rekaman video dan ilustrasi animasi kejadian tragis itu  dapat disaksikan di bawah ini:

https://www.youtube.com/watch?v=XwSOAfBWGOA
(mm)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tabayun

PBB: Terjadi Eksekusi-Eksekusi Cepat Bermotif Sektarian di Suriah

By Muhammad
Tabayun

Gencatan Senjata Diusulkan untuk  Gaza, Begini Beberapa Rinciannya

By Muhammad
Galeri

Falasi Zionis (6): Ada Teroris Membela Palestina

By Farid
Galeri

Falasi Zionis (5): Melawan Israel Itu Irasional

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account