Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Opini

Serba-serbi PKS – PDIP, Benci tapi Rindu

Published 21/07/2014 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

pks-pdipdalamOleh: Ayudia az-Zahra

Tidak ada teman dan musuh yang abadi dalam perpolitikan, setidaknya itulah yang tercermin dari arah angin yang bertiup dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Tanpa ada hujan dan angin, tiba-tiba saja Tifatul Sembiring, sang Menkoinfo, mengumukan kedekatannya dengan capres nomor urut dua, Joko Widodo.

Tifatul mengungkapkan, kedekatannya dengan Jokowi bermula ketika ketika PDIP dan PKS bergabung untuk mengusung Jokowi sebagai Walikota Solo.

“Pak Jokowi menang di Solo itu PDIP dan PKS murni loh, kami yang kampanye waktu itu. Dua kali menang. Waktu saya jadi menteri beliau masih walikota. Kita bukan orang lain, coba baca tweet saya, ada gak yang nyerang beliau,” jelasnya, seperti dilansir Vivanews.

Tifatul juga mengambil sikap yang berbeda dengan Tim Hukum koalisi Prabowo-Hatta. Kemarin kubu Prabowo-Hatta meminta KPU tidak melanjutkan proses rekapitulasi penghitungan suara secara nasional. Musababnya, capres-cawapres yang diusung oleh koalisi Merah Putih ini mencium adanya kecurangan secara masif, dan bila KPK “membandel”, maka mereka siap untuk mempidanakan KPU.

Namun Tifatul justru menyatakan bahwa KPU wajib mengumumkan hasil pemilihan presiden dan wakil presiden sesuai waktu yang ditentukan, yakni Selasa (22/7/2014). Apabila nantinya ada yang merasa menemukan masalah terkait proses pilpres, dia menyarankan untuk mengajukan ke Mahkamah Konstitusi.

“Saya berpendapat memang tenggat waktu ini KPU berkewajiban mengumumkan siapa pun pemenangnya, dan kalau ada masalah-masalah yang terkait proses pilpres ya kita ajukan ke MK saja,” kata Tifatul  seperti dilansir Detikcom.

Selain itu, Tifattul juga menerangkan bahwa partainya siap untuk bergabung ke dengan siapapun, termasuk bergabung dengan Partai PDI Perjuangan.

Sebelumnya, pada tulisan ini, saya pernah menyatakan bahwa peluang koalisi antara PKS dan PDIP, selalu ada kendatipun sangat-sangat terjal. Jelas, kedua partai ini mengusung ideologi yang berbeda, apalagi PKS sangat getol menyerang PDIP dalam masa kampanye Pileg dan Pilpres.

Serangan yang dilancarkan kader PKS kepada Jokowi juga sangat masif. Didukung dengan berbagai situs-situs PKS dan militansi kadernya yang tak kenal menyerah – untuk menjatuhkan Jokowi – rasanya sulit dipercaya jika partai ini akan merapat kepada kubu Jokowi-JK. Bukankan orang-orang PKS sangat membenci Jokowi, yang disebutnya boneka, antek Cina, antek Kristen, antek Barat, ante Komunis, dan berbagai label “antek” lainnya?

Lihat saja Fahri Hamzah, salah satu petinggi PKS. Berbagai kicauan dan pernyataan-pernyataan provokatifnya tanpa lelah dia tujukan kepada Jokowi, termasuk dengan menyebut gagasan Hari Santri yang ditandatangani Jokowi sebagai sesuatu yang “sinting” sehingga mengundang kemarahan dari komunitas kaum sarungan di tanah air, khususnya di Jawa Timur.

Meski demikian, kedua partai ini memiliki sejarah pernah menjadi sekutu di beberapa ajang pergulatan politik di daerah- daerah. Salah satunya, pada pemilihan gubernur Bali pada tahun 2013. PDIP dan PKS kompak mengusung Puspayoga-Sukrawan sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Bali, hanya saja, mereka kalah beberapa ratus suara dari lawannya.

Juga, seperti informasi dari Tifatul Sembiring, bahwa PKS dan PDIP pernah berkolaborasi mengusung pasangan Jokowi- Rudy sebagai calon walikota dan wakil walikota Solo pada tahun 2014, dan mereka menang.

Jadi, seandainya besok, 22 Juli 2014, pasangan Jokowi-JK ditetapkan sebagai pemenang Pilpres, apakah kedua partai ini akan bersatu sebagaimana di Bali dan di Solo?

 

_________
Redaksi menerima sumbangan tulisan untuk rubrik Opini, silahkan kirimkan ke [email protected]

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Opini

Perang Opini di Dunia, Israel Kalah Telak Melawan Palestina

By Muhammad
Indonesiana

Seruan Jihad Lewat Adzan, Melawan Siapa?

By Fadel
Indonesiana

Kasus Telkomsel dan Hassan Haikal yang Kian Meradang

By Fadel
Analisis

Dari Palestina Hingga Amerika, Kita Harus Membela Hak Semua Orang untuk Bernapas

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account