Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Tabayun

Jokowi: Indonesia Doyan Impor, Itu Ulah Mafia

Published 02/07/2014 2 Min Read
Share
2 Min Read
SHARE

jokowi-batikCianjur, LiputanIslam.com — Indonesia doyan impor, itu tak terlepas dari kerjaan mafia. Begitulah yang disampaikan calon presiden nomor urut dua Joko Widodo (Jokowi). Menurut Jokowi, sepak terjang mafia ini adalah mewariskan budaya impor beras, daging, bawang, kedelai, sayur buah dan ikan.

Seperti dikabarkan Republika (10 Oktober 2013), pada tahun 2013, menurut Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Ali Muso, Indonesia mengimpor beras sebanyak 300.000 ton. Sedangkan dari catatan Liputan Islam, Indonesia yang subur ini pun harus mengimpor singkong. Jumlah impor fluktuatif, pada tahun 2012 impor singkong tercatat 13,3 ribu ton atau senilai US$ 3,4 juta. Sementara hingga pertengahan tahun 2013, jumlah impor singkong 100 ton.

“Mafia membuat kita selalu mengimpor baik daging, padi, ikan dan minyak. Ini yang membuat mengapa menghilangkan impor susah karena ada kepentingan di antara beberapa orang,” kata Jokowi di Jakarta, Rabu, 2 Juli 2014 seperti dilansir Tribunnewscom.

“Indonesia itu harusnya bisa ekspor, tapi kok malah terus-terusan impor. Tahu sebabnya? Karena ada mafianya. Ada mafia daging, ada mafia beras, bahkan mafia haji,” ungkap Jokowi.

Jokowi mengatakan Indonesia sudah saatnya menghilangkan budaya impor. Karena Indonesia memiliki potensi besar seperti memiliki sejumlah wilayah lumbung beras, salah satunya Cianjur.

“Sebetulnya persoalan ini tidak rumit. Menjadi rumit karena banyak kepentingan, ada yang ingin dapat uang, dapat komisi, sehingga kita impor terus, lalu bocor-bocor, ya sukanya bocor sih,” katanya.

“Stop impor beras, ikan, juga buah. Ketahanan pangan adalah kunci kebesaran bangsa,” ujar Jokowi.

Ia menjanjikan penghentian impor pangan harus dilakukan perlahan. “Bayangkan kita sudah susah payah produksi. Pas panen, impor datang, harga jatuh, bikin malas produksi. Maka, petani harus dimuliakan, tinggal niat pemerintah,” jelasnya.

Jokowi menyebutkan, bahwa kinerja pemerintah harus diperbaiki. Setiap menteri harus diberi capaian target yang jelas.

“Kalau saya jadi presiden, maka menteri-menteri akan saya kasih capaian target-target yang jelas. Kalau dua tahun tidak menyelesaikan targetnya, ganti saja,” ungkap Jokowi. (ba)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tabayun

PBB: Terjadi Eksekusi-Eksekusi Cepat Bermotif Sektarian di Suriah

By Muhammad
Tabayun

Gencatan Senjata Diusulkan untuk  Gaza, Begini Beberapa Rinciannya

By Muhammad
Galeri

Falasi Zionis (6): Ada Teroris Membela Palestina

By Farid
Galeri

Falasi Zionis (5): Melawan Israel Itu Irasional

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account