Jenewa, LiputanIslam.com – Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Hak Asasi Manusia (UNHCHR) Volker Türk menyatakan bahwa pembunuhan yang terdokumentasikan di Suriah barat laut adalah eksekusi singkat, dan bermotif sektarian.
“Pembunuhan warga sipil di wilayah pesisir barat laut Suriah harus segera dihentikan,” katanya dalam sebuah pernyataan, Selasa (10/3).
“Ada laporan yang sangat mengganggu tentang pembunuhan seluruh keluarga, termasuk wanita, anak-anak dan individu yang tidak ikut bertempur, serta laporan tentang eksekusi cepat berlatar belakang sektarian oleh pelaku yang tidak dikenal, oleh unsur-unsur pasukan keamanan dari otoritas sementara, serta oleh unsur-unsur yang terkait dengan pemerintahan sebelumnya,” terangnya.
Dia menambahkan, “Pengumuman oleh otoritas sementara tentang niat mereka untuk menghormati hukum harus diikuti dengan langkah-langkah cepat untuk melindungi warga Suriah, termasuk menempuh semua langkah yang diperlukan untuk mencegah segala pelanggaran dan penyalahgunaan, dan untuk mencapai akuntabilitas ketika pelanggaran dan penyalahgunaan itu terjadi.”
Volker Türk menyerukan “investigasi segera, transparan, dan tidak memihak terhadap semua pembunuhan dan pelanggaran lainnya, dan mereka yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban sesuai dengan aturan dan standar hukum internasional, dan kelompok yang meneror warga sipil harus dimintai pertanggungjawaban.”
Volker Türk menambahkan, “Peristiwa-peristiwa ini, serta terus meningkatnya ujaran kebencian baik daring maupun luring, sekali lagi menunjukkan kebutuhan mendesak akan proses keadilan transisi yang komprehensif, dimiliki secara nasional, dan inklusif yang berfokus pada kebenaran, keadilan, dan akuntabilitas.” (mm/alalam)