Teheran, LiputanIslam.com – Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi menyebut pasukan Zionis Israel menderita “kekalahan yang memalukan” dalam perang melawan para pejuang Palestina di Jalur Gaza.
“Rezim Zionis semula menyatakan ingin menduduki Gaza dan menghancurkan kubu resistensi, namun mereka tidak mencapai tujuannya. Yang tersisa dari pembunuhan perempuan dan anak-anak oleh rezim Zionis serta penghancuran rumah-rumah penduduk adalah kebencian global terhadap rezim ini,” katanya dalam pertemuan dengan Dewan Ahli Iran, Kamis (23/11).
“Jika kita ingin membuat analisis setelah lebih dari 40 hari, kita harus mengatakan bahwa musuh menderita kekalahan yang memalukan dan rakyat Palestina serta perlawanannya meraih kemenangan besar,” terangnya.
Presiden Iran memuji kepercayaan diri rakyat Palestina dengan mengatakan bahwa mereka menunjukkan “perlawanan emas” di depan mata dunia melalui ketahanan mereka terhadap kejahatan Israel.
“Kubu resistensi berhasil melumpuhkan rezim palsu dan membuatnya frustrasi. Mereka tidak memiliki kekuatan udara, laut, dan darat, namun percaya kepada Allah. Kekuatan iman dapat mengalahkan kejahatan,” ujarnya.
Pada tanggal 7 Oktober, Hamas melancarkan serangan fajar bersandi Badai Al-Aqsa melalui darat, laut, dan udara terhadap Israel. Hamas mengumumkan bahwa serangan itu dilakukan sebagai respon terhadap serbuah yang kerap dilakukan oleh kaum Zionis terhadap Masjid Al-Aqsa di Al-Quds Timur serta meningkatnya kekerasan pemukim Israel terhadap warga Palestina.
Serangan tersebut sejauh ini telah menewaskan lebih dari 1.200 orang dan melukai lebih dari 5.500 orang, menurut pejabat Israel. Hamas juga mengumumkan pihaknya menawan sekira 200- 250 orang.
Menyusul serangan multi-front oleh Hamas, Israel melakukan pemboman besar-besaran di Jalur Gaza, dan sejauh ini telah menggugurkan lebih dari 14.500 warga Palestina, termasuk sedikitnya 6.000 anak-anak dan lebih dari 4.000 wanita, melukai lebih dari 33.000 lainnya, dan meratakan seluruh lingkungan.
Pemboman tersebut serta perintah pengungsian paksa oleh tentara Israel, juga telah memaksa 1,7 juta orang mengungsi meninggalkan rumah mereka. (mm/fna)
Baca juga: