Teheran, LiputanIslam.com – Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) telah melayangkan dua surat kepada Iran berisi pernyataan bahwa AS tak ingin memperluas skala perang terkait dengan Palestina.
Amir-Abdollahian dalam konferensi pers, Senin 23/10, mula-mula menyebutkan bahwa “dalam kerangka nilai-nilai kemanusiaan dan hukum internasional, Iran mendukung perlawanan Palestina terhadap okupasi Israel.”
Dia mengatakan bahwa “hukum internasional menetapkan hak untuk menggunakan senjata oleh mereka yang tanahnya diduduki”, dan Teheran “mendukung hak ini,” dan bahwa “resistensi adalah fakta yang tidak dapat disangkal” dan “semua orang menyadarinya.”
Dia menegaskan kembali bahwa kawasan Timur Tengah telah menjadi “tong mesiu yang bisa meledak kapan saja,” dan karena itu dia menyarankan “pengambilan tindakan segera untuk menghentikan pembunuhan warga sipil di Gaza.”
Menteri Luar Negeri Iran menekankan bahwa Teheran “tidak berusaha memperluas perang”, dan pada saat yang sama menyatakan bahwa “semua orang sudah muak dengan pemboman yang terus berlanjut terhadap warga sipil dan pembantaian terhadap mereka.”
Amir-Abdollahian menegaskan bahwa AS sejauh ini telah“mengirimkan dua surat kepada Iran, yang menyatakan bahwa mereka tidak tertarik untuk memperluas perang di kawasan.”
Dia menambahkan bahwa Washington “meminta Teheran untuk menahan diri, dan meminta pihak-pihak lain di kawasan untuk tetap tenang.”
Pada saat yang sama, Menteri Luar Negeri Iran menekankan bahwa pengelolaan perang di Gaza “berada di tangan Washington, baik dari segi militer dan keamanan,” dan bahwa Washington “membuktikan bahwa mereka tidak netral, dengan mengirimkan ratusan pasukan dan peralatan militer serta memberikan dukungan komprehensif kepada entitas Zionis.”
Dia menyebutkan bahwa beberapa negara Barat, terutama AS, “sepenuhnya mengabaikan masalah pendudukan,” dan berusaha mengutuk gerakan Hamas dalam “dualitas dalam pendiriannya.”
Amir-Abdollahian berpesan secara langsung kepada Presiden AS Joe Biden, dengan mengatakan; “Cukuplah kemunafikan. Apakah pembantaian, pemboman terhadap warga sipil, dan penghancuran rumah sakit sejalan dengan slogan Anda?” (mm/almayadeen)
Baca juga:
Falasi Zionis (1): Jangan Ganggu Preman
Falasi Zionis (2): Karena Zionis Mampu dan Kuat
Falasi Zionis (3): Agresi yang Baik Hati