Teheran LiputanIslam.com – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani mengutuk keras sikap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecualikan Israel dari “daftar yang memalukan” meskipun rezim Zionis jelas-jelas telah membunuh puluhan anak Palestina di wilayah pendudukan dan Jalur Gaza pada tahun lalu.
Laporan tahunan Kantor Sekretaris Jenderal PBB tentang Konflik Bersenjata membuat daftar itu dengan maksud mempermalukan pihak-pihak yang berkonflik dan dengan harapan mendorong mereka menerapkan langkah-langkah untuk melindungi anak-anak kecil.
Masalahini telah lama menjadi kontroversi di mana para diplomat mengatakan rezim Israel melakukan tekanan-tekanan dalam beberapa tahun terakhir supaya Israel tidak dicantumkan dalam daftar tersebut.
Kanaani di Twitter, Ahad, menyebutkan, “Ini merupakan sumber kejutan bahwa rezim dengan sejarah memenjarakan 160 anak, menahan 600 anak tak bersalah dan 600 pasien Palestina, termasuk 30 pasien cacat fisik, tidak memenuhi syarat untuk masuk dalam daftar malu PBB.”
Sembari mengecam laporan tahunan tentang HAM anak, Kanaani mengingatkan bahwa rezim Zionis “pembunuh anak” telah dikeluarkan dari daftar hitam PBB, padahal tentara Zionis telah merenggut nyawa 26 anak Palestina yang tidak bersalah dalam enam bulan pertama tahun ini.
“Catatan kelam Zionis dalam tindakan seperti itu harus menjadi sumber rasa malu dan malu bagi para pendukung dari Barat bagi rezim apartheid ini,” tegas Kanaani.
Israel tidak pernah masuk dalam daftar hitam PBB yang mencantumkan negara-negara yang sudah selayaknya dipermalukan karena melakukan pembunuhan anak-anak di bawah umur.
Berbagai organisasi peduli HAM telah berulang kali meminta agar rezim Zionis dicantumkan daftar itu karena jelas-jelas kerap membunuhi anak-anak kecil Palestina di Tepi Barat.
Dilaporkan bahwa sebanyak, 42 anak Palestina gugur dan 933 terluka pada tahun 2022 di tangan pasukan Israel, sementara pada tahun 2021, pasukan Israel membunuh 78 anak Palestina. (mm/pt)
Baca juga: