Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Tabayun

Renegosiasi Kontrak Asing Prabowo-Hatta Dinilai Layak Diapresiasi

Published 17/06/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

gerindra-prabowo-subiantoJakarta, LiputanIslam.com – Gagasan berikut komitmen Capres/Cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa untuk meninjau kembali (renegosiasi) sejumlah kontrak karya dengan perusahaan asing yang merugikan kepentingan nasional dinilai patut diapresiasi. Apalagi, telah ditegaskan, renegosiasi kontrak tersebut dilakukan dengan tetap menjunjung tinggi ketentuan hukum yang berlaku internasional.

“Ini adalah bagian besar dari langkah Prabowo-Hatta yang dinilai strategis dan tepat, demi melindungi aspek kepentingan nasional di masa mendatang,” kata Syahganda Nainggolan, Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC) di Jakarta, Selasa (17/6).

Ia juga menyebutkan, jika dicermati visi-misinya dalam kaitan merenegosiasi kontrak karya tersebut, sangat kentara bahwa Prabowo-Hatta tidak berniat melakukan nasionalisasi perusahaan asing.

Dia mengatakan,”Sebagai bagian dari perdagangan dunia, Indonesia tidak mungkin asyik dengan dirinya sendiri sehingga harus mengagendakan bentuk-bentuk nasionalisasi atas perusahaan asing di tanah air.”

Sebaliknya, kata Syahganda, di berbagai kesempatan, Prabowo justru menyatakan jika dirinya terpilih sebagai presiden akan menjadikan perusahaan asing sebagai mitra bisnis yang sejajar.

“Polanya saling menguntungkan. Perusahaan asing tidak boleh memprioritaskan karyawan yang hanya berasal dari negaranya, namun juga menyerap tenaga kerja Indonesia yang, pada gilirannya, dapat meningkatkan taraf kesejahteraan hidup masyarakat luas,” jelasnya, mengutip pernyataan Prabowo.

Menurut Syahganda, keberadaan perusahaan asing di wilayah kedaulatan Indonesia tidak boleh sekadar mengutamakan aspek keuntungan dan bersikap sepihak, tanpa berorientasi pada harkat kehidupan rakyat termasuk bagi kemartabatan bangsa.

Adapun urgensi merenegosiasi kontrak, tambahnya, hakikatnya dipicu lantaran banyak kontrak telah ditandatangani pemerintah Indonesia, yang kenyataannya tidak memberikan keuntungan maksimal dan memenuhi kepentingan nasional untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Dengan demikian, terjadi kontrak-kontrak yang dibuat pemerintah berpotensi merugikan kepentingan nasional, baik jangka pendek maupun ke depan.

“Kontrak-kontrak inilah yang harus ditinjau kembali secara kritis, adil, dan mengacu pada landasan hukum yang sesuai dengan tetap berpihak kepada rakyat atau kehormatan bangsa,” ungkapnya.

Dalam pandangan Syahganda, renegosiasi perlu diarahkan ke sejumlah kontrak yang dipandang mengabaikan kepentingan nasional, dan meliputi bidang strategis di antaranya pertahanan dan keamanan, pengelolaan sumberdaya alam dan mineral seperti minyak dan gas, tembaga, emas, serta lainnya.

Ia juga mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir pemerintah sebenarnya melakukan peninjauan kembali terhadap beberapa kontrak terkait penjualan gas alam, kontrak karya pertambangan, kontrak pengadaan peralatan dan sistem pertahanan.
Pemerintah telah pula mencabut serta membekukan izin terkait lahan, seperti Hak Pengusahaan Hutan dan Hak Guna Usaha yang ditelantarkan.

“Selanjutnya, renegosiasi terhadap kontrak-kontrak seperti ini harus semakin diintensifkan, untuk dikelola dan dimanfaatkan agar lebih efektif sekaligus menguntungkan negara,” tutur Syahganda.

Ia pun menggarisbawahi, Prabowo-Hatta sangat menjunjung tinggi aturan hukum internasional. Ini berarti, terobosan yang hendak dilakukan dipastikan tidak mengganggu atau bahkan ikut merusak hubungan diplomatik antarnegara baik dalam kawasan regional ataupun global.

“Kerjasama melibatkan pihak asing memang memerlukan peningkatan, tetapi semangat dan upaya pencapaiannya dengan meletakkan posisi setara yaitu duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi,” pungkas Syahganda. (mm/suaramerdeka)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tabayun

PBB: Terjadi Eksekusi-Eksekusi Cepat Bermotif Sektarian di Suriah

By Muhammad
Tabayun

Gencatan Senjata Diusulkan untuk  Gaza, Begini Beberapa Rinciannya

By Muhammad
Galeri

Falasi Zionis (6): Ada Teroris Membela Palestina

By Farid
Galeri

Falasi Zionis (5): Melawan Israel Itu Irasional

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account