
Teheran, LiputanIslam.com – Pasukan elit Iran Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC), Ahad (2/4), menegaskan bahwa Rezim Zionis Israel akan membayar atas serangannya ke Damaskus, ibu kota Suriah, yang telah menggugurkan satu lagi penasehat militer anggota IRGC.
Sebelumnya, lembaga penyiaran Iran, IRIB, melaporkan bahwa seorang penasihat militer Iran yang terluka dalam serangan udara Israel pada Jumat lalu akhirnya gugur akibat luka yang dideritanya, dan dengan demikian jumlah anggota IRGC yang gugur akibat serangan itu bertambah menjadi dua orang.
Korban kedua itu diumumkan bernama Meghdad Mehghani. IRGC dalam sebuah pernyataan bersumpah akan membalas Israel.
“Tidak diragukan lagi, rezim palsu dan kriminal Zionis akan menerima balasan atas kejahatannya yang keji itu,” bunyi pernyataan tersebut.
Serangan Israel itu tercatat sebagai yang keenam sejak awal Maret, dan telah mengugurkan Milad Heidari, yang juga seorang penasihat militer dari IRGC.
IRGC telah mengeluarkan ancaman serupa setelah menyatakan Heidari gugur dalam serangan udara tersebut.
Menurut kantor berita Suriah, SANA, jet tempur Israel memasuki wilayah Suriah dari wilayah pendudukan Dataran Tinggi Golan Suriah pada Jumat pagi pukul 00:17 waktu Damaskus, dan menyerang sebuah fasilitas di pinggiran kota Damaskus.
Dalam sebuah pernyataan pada Jumat pagi, juru bicara Kemlu Iran Nasser Kanaani menyayangkan keengganan masyarakat internasional menempuh langkah-langkah yang tepat dan pencegahan terhadap agresi rezim Zionis di Suriah, yang menyasar bandara sipil dan bahkan daerah permukiman.
“Pendekatan seperti itu telah memberanikan rezim itu untuk terus melanggar kedaulatan dan integritas teritorial negara merdeka dan anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan terus melakukan kejahatan terhadap warga negara dan pasukan militernya,” katanya.
Menurutnya, serangan itu dilakukan Israel sekaligus untuk “mengalihkan perhatian dari krisis internal dan perpecahan yang mendalam di dalam masyarakatnya, serta bukti kekecewaan Israel terhadap meningkatnya stabilitas di Suriah serta pemulihan hubungan Suriah belakangan ini.”
Hamid Reza Azizi, peneliti tamu di Institut Urusan Internasional dan Keamanan Jerman di Berlin, berkomentar, “ Ini adalah fase yang sangat berbahaya. Taruhannya sangat tinggi dan sudah semestinya kita menduga akan ada kejadian lebih banyak lagi.”
Dia menambahkan, “Risiko eskalasi antara Iran dan Israel lebih tinggi daripada kapan pun dalam beberapa bulan terakhir, atau mungkin dalam beberapa tahun terakhir.” (mm/mna/raialyoum)
Baca juga: