Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Tujuh Catatan Penting Abdel Bari Atwan Terkait Undangan Raja Saudi untuk Presiden Iran

Published 21/03/2023 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

London, LiputanIslam.com –  Jurnalis senior Arab dan pemimpin redaksi Rai Al-Youm yang berbasis di London, Inggris, Abdel Bari Atwan, membuat beberapa catatan khusus menyusul tersiarnya berita bahwa Raja Salman bin Abdulaziz dari Arab Saudi telah melayangkan surat undangan kepada Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi untuk berkunjung ke Saudi.

Atwan menilai undangan Salman dan respon positif Raisi menegaskan keinginan kepemimpinan kedua negara untuk bergerak maju dalam menerapkan ketentuan perjanjian rekonsiliasi, dan menunjukkan bahwa pertemuan puncak yang akan diadakan di Riyadh antara Raja Salman dan Presiden Iran dapat menjadi puncak dari kesepahaman dalam banyak  masalah bilateral dan regional, terutama perang Yaman, krisis Lebanon, serta pencabutan blokade Suriah dan kembalinya negara ini ke Liga Arab.

Mengenai efek pesatnya kemajuan dalam rekonsiliasi Iran-Saudi itu bagi kawasan Timteng dan dunia, Atwan menyebutkan beberapa catatan sebagai berikut;

Pertama,  rekonsiliasi itu akan memulihkan keharmonisan dunia Islam, dan menyatukan dua poros paling menonjol, melalui rekonsiliasi Sunni-Syiah, dan mengakhiri konspirasi perpecahan dan hasutan sektarian yang dimotori oleh Amerika Serikat (AS) dan Rezim Zionis Israel.

Kedua, menutup pintu bagi semua aspirasi normalisasi Israel dan memperluas lingkarannya untuk memasukkan negara-negara baru, khususnya Saudi, serta meminggirkan atau bahkan mungkin meluruhkan semua perjanjian Abraham dengan segala literatunya.

Ketiga, era AS, yang telah mendominasi kawasan Timteng sejak akhir Perang Dunia II, mulai menghembuskan nafas terakhirnya. Aliansi China-Rusia dan sistem  BRICS akan semakin mencuat sebagai tatanan dunia baru ekonomi maupun militer, dan menjadi pesaing NATO.

Keempat,  klausul yang disebutkan dalam perjanjian Iran-Saudi tentang pengaktifan kerjasama keamanan, yang disebutkan dalam perjanjian tahun 2002, adalah klausul yang paling krusial, karena berarti membatalkan semua rencana AS untuk menjadikan negara pendudukan Zionis Israel sebagai platform regional pelindung negara-negara Teluk dengan label menghadapi ancaman Iran.

Aktivasi ini dapat mengarah pada strategi sebaliknya yaitu, koordinasi antara dua negara besar Muslim untuk menghadapi ancaman Israel, karena Iran tidak lagi menjadi “hantu” bagi negara-negara Teluk.

Kelima, akan terjadi konvergensi kepentingan Iran-Saudi atas dasar dialog untuk menemukan solusi permanen bagi semua masalah yang diperselisihkan.  Iran, yang menghadapi ancaman Israel-AS  karena program nuklirnya, ingin mengatasi ancaman ini, sementara Saudi  ingin keluar dari perangkap perang Yaman , baik secara finansial maupun kemanusian, demi mewujudkan ambisi internasionalnya untuk menjadi salah satu pusat ekonomi dan keuangan paling terkemuka di dunia, dan demi  mengurangi ketergantungannya pada minyak dalam implementasi visi 2030.

Keenam, pernyataan Menteri Keuangan Saudi Muhammad Al-Jadaan mengenai kesiapan negaranya untuk memompa dana miliaran untuk berinvestasi di pasar Iran yang besar, menegaskan terjadinya perubahan radikal dalam prioritas pemerintahannya, yaitu mengutamakan kepentingan daripada permusuhan sejarah, politik dan ideologi serta membuka lembaran baru.

Ketujuh, isu utama dan sentral Arab dapat diharap akan pulih di forum-forum Arab dan Islam semisal Liga Arab dan Organisasi Kerjasama (OKI), yaitu isu pembebasan tanah Palestina.

Menurut Atwan, Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi bisa jadi akan berkunjung ke Riyadh dalam waktu dekat, dan dia akan mendapat sambutan istimewa dan “meriah” dari Raja Saudi. Hal ini akan menjadi akhir suatu era lama dan awal sebuah era baru, bukan hanya bagi Timteng, melainkan bagi dunia secara keseluruhan, serta surut atau bahkan mungkin berakhirnya hegemoni AS, dan kemudian terbitnya gugusan bintang baru yang dipimpin China.

Atwan juga menyebutkan bahwa kemajuan teknologi Iran di bidang produksi militer berupa rudal supersonik, drone, dan kapal selam, serta proyek nuklir dapat menjadi salah satu ranah terpenting kerjasama masa depan antara negara republik Islam ini dengan Kerajaan Saudi dalam beberapa hari mendatang, karena kerjasama di bidang ini, jika diselesaikan, akan mengarah pada berakhirnya kompetisi senjata di Timteng, yang tidak menguntungkan siapapun kecuali AS dan negara-negara Barat lainnya selama beberapa dekade terakhir. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Raja Arab Saudi Layangkan Surat Undangan untuk Presiden Iran, Israel Makin Gelisah

Soal Rekonsiliasi dengan Saudi, Iran: Kami Utamakan Persatuan Islam

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account