Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Timur Tengah

Kerajaan Yordania Peringatkan Kemungkinan Terjadinya “Intifada Baru” di Palestina

Published 30/12/2022 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

Amman, LiputanIslam.com –   Raja Abdullah II dari Yordania menyatakan bahwa negaranya, yang berwenang sebagai penjaga kompleks Masjid al-Aqsa, siap menghadapi konflik jika “garis merah” di atas situs suci di Kota Tua al-Quds dilanggar .

Dia juga menyatakan keprihatinan bahwa intifada Palestina ketiga berkemungkinan pecah di tengah eskalasi kebrutalan Rezim Zionis Israel di wilayah pendudukan.

“Kita harus khawatir tentang intifada berikutnya,” kata Abdullah II dalam sebuah wawancara dengan jaringan berita televisi CNN yang disiarkan pada hari Rabu (28/12).

“Jika itu terjadi, itu benar-benar pelanggaran hukum dan ketertiban,” katanya.

Abdullah II menyatakan demikian menjelang pelantikan Benjamin Netanyahu sebagai perdana menteri Israel, yang menandai kembalinya kekuasaan pria yang telah menjadi perdana menteri terlama Rezim Zionis, serta kemunculan kabinet sayap kanan baru yang memicu kekhawatiran orang Palestina dan sayap kiri Israel.

Di bawah perjanjian tahun 2013 yang ditandatangani oleh Yordania dan Otoritas Palestina, Raja Abdullah II berwenang sebagai penjaga situs suci Muslim dan Kristen di al-Quds.

Pengadilan Kerajaan Hashemite Yordania membayar gaji pekerja di tempat-tempat suci Muslim.

“Jika orang ingin berkonflik dengan kami, kami cukup siap,” kata Abdullah II ketika ditanya apakah dia merasa kabinet baru Israel mengancam status quo di al-Quds dan perwalian Hashemite.

“Kami telah menetapkan garis merah dan jika orang ingin mendorong garis merah itu maka kami akan menghadapinya,” katanya.

Intifada adalah kebangkitan bangsa Palestina melawan rezim pendudukan Israel, yang pertama terjadi antara tahun 1987 dan 1993, di mana lebih dari 1.300 warga Palestina terbunuh.

Intifadah kedua terjadi antara tahun 2000 dan 2005, di mana Israel membunuh sedikitnya  4.973 warga Palestina.

Raja Yordania menyoal kemampuan kawasan membatasi intifada ketiga.

“Itu adalah kotak yang mudah terbakar yang jika menyala maka itu adalah sesuatu yang menurut saya tidak akan bisa kita tinggalkan dalam waktu dekat,” katanya.

Abdullah II juga menyinggung derasnya dukungan untuk Palestina di antara warga dunia Arab selama Piala Dunia FIFA di Qatar. Dia menilai dukungan itu sebagai bukti bahwa penyelesaian konflik Israel-Palestina yang telah berlangsung selama beberapa dekade adalah satu-satunya cara bagi rezim Israel untuk berintegrasi sepenuhnya ke dalam kawasan Timteng. (mm/presstv)

Baca juga:

Disumpah Jabatan, Netanyahu Utamakan Upaya Penghentian Proyek Nuklir Iran

Faksi-faksi Resistansi Palestina: Kabinet Netanyahu Mustahil Mampu Tundukkan Palestina

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account