Teheran, LiputanIslam.com – Perusahaan raksasa minyak Prancis TotalEnergies menyatakan pihaknya akan segera memulai kegiatan eksplorasi gas di Laut Mediterania di lepas pantai Lebanon, menyusul perjanjian yang dimediasi Amerika Serikat yang mengakhiri sengketa perbatasan laut selama puluhan tahun antara Lebanon dan Israel bulan lalu.
Menurut sebuah pernyataan pada hari Selas (15/11), TotalEnergies dan mitranya, Eni dari Italia, menandatangani perjanjian kerangka kerja dengan Israel yang membuka prospek eksplorasi di ladang Qana.
Tidak ada konfirmasi segera dari otoritas Israel.
Berdasarkan ketentuan kesepakatan yang ditandatangani oleh perwakilan Lebanon dan Israel pada 27 Oktober, Israel mempertahankan hak penuh pengembangan ladang Karish, sementara Lebanon mempertahankan hak penuh di Qana.
Saat Qana meluas ke selatan dari garis demarkasi yang disepakati – Jalur 23 – Israel berhak menerima royalti berdasarkan ketentuan kesepakatan terpisah yang dinegosiasikan dengan operator yang disebut Blok 9.
Lebanon menderita krisis keuangan dan secara teknis berperang dengan Israel sejak didirikan pada tahun 1948. Negara ini berharap penemuan gas di masa depan akan membantnya keluar dari krisis ekonomi dan keuangan terburuk dalam sejarah modernnya.
Pejabat Lebanon mengatakan perjanjian perbatasan maritim tidak mewakili segala bentuk normalisasi hubungan antara kedua negara, dan Beirut menghindari negosiasi langsung dengan pejabat Israel. (mm/aljazeera)
Baca juga: