Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Opini

Perempuan dan Politik

Published 14/06/2014 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

wanitaOleh: Abdilah Husain

Percayakah Anda, jika saya katakan bahwa perempuan adalah kaum elit? Mengapa saya katakan demikian – karena sejarah mencatat bahwa kaum perempuan inilah salah satu elemen penting pembangkit peradaban manusia.

Menurut para psikolog, perempuan lebih sabar  dan tabah dalam mengandalikan nafsunya. Secara filosofi, perempuan pada dasarnya mampu melakukan sesuatu yang dia inginkan, namun bagaimanapun tangguhnya, tetap saja, perempuan membutuhkan laki-laki.

Karenanya, baik laki-laki dan perempuan dijamin hak-haknya di dalam Islam, dan tidak ada diskriminasi. Namun dalam konteks kepemimpinan – layakkah seorang wanita menjadi pemimpin?

Kelebihan lelaki atas perempuan dituturkan oleh Zamarkhsyari, seorang pemikir Mu’tazilah. Dia mengatakan, bahwa kelebihan laki-laki adalah akal(aqli), ketegasan(al-hazm), tekad yang kuat (al-‘azm), kekuatan (al-quwwah), secara umum memiliki kekuatan menulis (al-kitabah), dan keberanian (al-furusiyah).

Ibn Katsir, ulama tafsir klasik juga berpendapat tentang kelebihan laki-laki atas perempuan yang mempengaruhi keabsahan kepemimpin perempuan. Dia mengatakan bahwa laki-laki adalahpemimpin perempuan, dan laki-laki sebagai pembesar, hakim, pendidik perempuan jika perempuan menyimpang.

Agama Islam adalah agama yang benar di sisi Allah( 3:19) sangat peduli terhadap kesejahteraan kaum perempuan dan menghargai sifat mereka. Dalam pandangan Muthahari, seorang filsuf, dikatakan bahwa Islam tidak menyakini satu jenis hak, satu jenis kewajiban, dan satu jenis hukuman bagi kaum lelaki dan kaum perempuan dalam segala hal. Islam memandang satu perangkat hak dan kewajiban serta hukuman lebih cocok bagi laki dan satu perangkat hak dan kewajiban serta hukuman lebih cocok bagi laki-laki dan satu perangkat lain-nya lebih sesuai bagi perempuan.

Alhasil, dalam beberapa hal Islam mengambil sikap sama sehubungan dengan perempuan dan laki-laki, dan dalam hal-hal lain Islam mengambil sikap yang berbeda-beda. Oleh Muthahari, hk-hak perempuan dibagi menjadi empat bagian, yaitu:

1)  hak-hak sosial

2)  hak-hak keagamaan

3)  hak-hak politik

4)  hak-hak ekonomi.

Dalam bidang sosial, kaum perempuan dapat melakukan peran mereka dengan leluasa. Yang dimaksud dengan hak-hak sosial disini adalah hak-hak kaum perempuan untuk melaksanakan berbagai aktivitas, pekerjaan, dan profesi  yang bermanfaat bagi masyarakatnya, baik dalam aspek duniawi maupun ukhrawi.

Agama tidak melarang kaum hawa ikut serta dalam berpolitik. Agama mengakui betapa pentingnya kaum perempuan dalam dunia politik, karena itu mereka diberikan kebebasan —  yang mencerminkan status mereka yang bermartabat, terhormat, dan mulia dalam agama.

Diantara hak-hak politik yang diberikan oleh agama Islam adalah hak untuk berbicara dengan mengeluarkan pendapat. Seperti yang dicantumkan dalam Kitabullah. Namun saat ini, sudahkah kebebasan itu didapatkan secara penuh?

Ada kelompok utama yang melarang perempuan untuk menjadi pengusa, yaitu hadist yang diriwayatkan Imam Bukhari.  Hadist ini oleh jumhur ulama dipahami berdasarkan keumuman lafazh.

Syaikh Muhammad Ghazali, ulama yang sangat popular dan terkenal di Mesir, mendukung pendapat jumhur ulama tersebut. Namun di sisi lain, dalam al-Quran disebutkan tentang keberhasilan Ratu Balqis, penguasa negeri Saba’ dalam memimpin masyarakatnya, meskipun dia perempuan.

Dan perempuan-perempuan lain yang pernah memimpin negara, juga kita temukan di abad modern ini.  Misalnya, Golda Meir di Israel, Indira Gandhi di India dan Margaret Thatcher di Inggris.

Mengapa perempuan harus terjun ke dunia politik? Alasannya, agar mereka tampil memperjuangkan kepentingan perempuan pada khusunya dan kepentingan masyarakat pada umumnya.

Indonesia,  52% dari jumlah penduduk adalah perempuan. Sehingga jika mengabaikan perempuan dalam pembuatan keputusan politik sama artinya dengan mengabaikan mayoritas penduduk Indonesia dari proses politik. Tentunya kita pernah mendengar bahwa perempuan adalah pilar bangsa, yang diyakini bahwa jika perempuan rusak, maka rusaklah bangsa tersebut.

——————–

Redaksi menerima sumbangan tulisan untuk rubrik Opini. Silahkan kirimkan ke [email protected]

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Opini

Perang Opini di Dunia, Israel Kalah Telak Melawan Palestina

By Muhammad
Indonesiana

Seruan Jihad Lewat Adzan, Melawan Siapa?

By Fadel
Indonesiana

Kasus Telkomsel dan Hassan Haikal yang Kian Meradang

By Fadel
Analisis

Dari Palestina Hingga Amerika, Kita Harus Membela Hak Semua Orang untuk Bernapas

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account