NewYork, LiputanIslam.com – Para pemimpin Israel dan Turki telah mengadakan pembicaraan tatap muka untuk pertama kalinya sejak tahun 2008, menyusul mencairnya hubungan antara kedua negara.
Perdana Menteri Israel Yair Lapid dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengadakan pertemuan pada hari Selasa di sela-sela Majelis Umum PBB, menurut sebuah pernyataan dari kantor Lapi, Selasa (20/9).
Hubungan Israel-Turki yang semula membeku sekian lama akibat krisis Palestina mulai mencair dan menghangat dalam beberapa bulan terakhir di mana sektor energi muncul sebagai bidang kerjasama yang potensial.
Kedua negara secara resmi memulihkan hubungan diplomatik penuh pada Agustus lalu, termasuk pertukaran duta besar.
Kantor Lapid menyebutkan bahwa selain membahas energi, Lapid berterima kasih kepada Erdogan karena telah berbagi intelijen negara dan mengindahkan permintaan Israel untuk kepulangan empat warganya , termasuk dua tentara, yang hilang di Jalur Gaza.
Hubungan antara kedua belah pihak bermasalah sejak Perang Gaza 2008-2009 dan tewasnya sembilan warga sipil Turki dalam serangan Israel tahun 2010 terhadap kapal bantuan Turki Mavi Marmara yang mencoba menjebol blokade Israel atas Gaza.
Upaya rekonsiliasi dilakukan pada tahun 2016 hingga menyebabkan pertukaran kembali duta besar, namun gagal setelah Israel menanggapi protes perbatasan 2018-2019 di Gaza dengan membunuh lebih dari 260 orang Palestina. Turki memanggil kembali para diplomatnya dan menyuruh utusan Israel meninggalkan Turki pada 2018.
Pemulihan hubungan dilakukan belakangan ini hingga menghasilkan kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog ke Turki pada bulan Maret lalu.
Selanjutnya, Menteri luar negeri Turki Mevlut Cavusoglu berkunjung ke Quds (Yerussalem) pada akhir Mei lalu ketika sejawat Zionisnya saat itu Yair Lapid mengumumkan “babak baru” dalam hubungan antara kedua negara. (mm/aljazeera)
Baca juga: