NewYork, LiputanIslam.com – Presiden Iran Ebrahim Raisi mengecam upaya negara-negara Eropa mengeluarkan resolusi mengenai program nuklir Iran di badan pengawas nuklir PBB di tengah upaya diplomatik untuk pemulihan perjanjian nuklir 2015 (Rencana Aksi Komprehensif Bersama/JCPOA).
Kecaman itu dinyatakan Raisi dalam pertemuan dengan sejawatnya dari Prancis Emmanuel Macron di sela-sela sesi ke-77 Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat, Selasa (20/9).
Presiden Raisi menyebut masalah luar biasa antara Iran dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) sebagai “hambatan serius” untuk kesepakatan akhir mengenai pemulihan JCPOA.
“Pendekatan IAEA terhadap masalah ini harus bersifat teknis serta bebas dari tekanan dan pengaruh pihak lain. Kami percaya tidak mungkin mencapai kesepakatan tanpa penutupan dokumen Iran di IAEA,” ujarnya.
Dia mengkritik langkah Prancis, Jerman dan Inggris – tiga penandatangan JCPOA dari pihak Eropa – karena telah menyerukan adopsi resolusi pada pertemuan terakhir Dewan Gubernur IAEA pada awal bulan ini.
Menurut Raisi, seruan itu “tidak konstruktif” dan merupakan pendekatan yang justru memperumit masalah.
Resolusi yang diinginkan Eropa itu gagal menghimpun dukungan yang cukup pada pertemuan dewan tersebut.
“Dengan inspeksi dan pengawasannya, IAEA secara resmi mengakui 15 kali bahwa kegiatan Iran berada dalam komitmen dan jauh dari pengalihan apa pun,” ujar Raisi.
Presiden Iran juga menyebutkan bahwa kebijakan standar ganda IAEA terhadap kegiatan destruktif nuklir rezim Zionis Israel merupakan tanda “politisasi” masalah.
Senin lalu Prancis menyatakan pihaknya berusaha membujuk Iran agar menerima proposal Eropa untuk pemulihan JCPOA.
Presiden Raisi dalam sebuah wawancara dengan “60 Minutes” CBS News mengaku terbuka untuk kesepakatan yang “baik”, namun menuntut jaminan dari Presiden AS Joe Biden bahwa Washington tidak akan lagi meninggalkan kesepakatan nuklir Iran.
Macron telah mengadakan beberapa percakapan telepon dengan Raisi mengenai masalah ini dalam beberapa bulan terakhir.
Senin lalu dia menekankan bahwa tidak akan ada tawaran yang lebih baik bagi Iran untuk pemulihan JCPOA sehingga sekarang terpasrah kepada Teheran untuk membuat keputusan. (mm/presstv)
Baca juga: