
Teheran, LiputanIslam.com – Pemimpin Besar Iran Ayatullah Seyid Ali Khamenei mengatakan bahwa peringatan Arba’in atau 40 hari kesyahidan Imam Husain ra yang ditandai dengan kegiatan long march jutaan orang di Irak pada tahun ini adalah yang terbesar selama ini.
Dalam pidato singkat pada majelis Arba’in di Teheran, Sabtu (17/9), Ayatullah Khamenei menyebut long march Arbain sebagai fenomena ajaib yang menjadi tanda kehendak Tuhan untuk mengibarkan panji-panji Islam Ahlul Bait Nabi saw.
Menurutnya, tradisi long march Arbain tak dapat digalang dan diwujudkan sedemikian spektakuler dan fenomenal semata dengan kemampuan manusia, melainkan memerlukan kehendak Allah yang telah menjanjikan jalan terang melalui manifestasi agung ini.
Dia juga menyinggung adanya pihak-pihak lain yang tertekan dan hasud menyaksikan fenomena besar longmarch Arbain sehingga mereka berusaha mengganggu dan merongrong tradisi tersebut.
Dia mengingatkan bahwa pesan Al-Quran kepada umat saling berwasiat kebenaran dan kesabaran hendaknya selalu diindahkan sebagai prinsip untuk selamanya.
Ayatullah Sayid Ali Khamenei juga menyerukan kepada para pemuda untuk mengikut jalan yang benar serta mengerahkan segenap upaya menerangi berbagai lingkungan mereka, termasuk universitas, demi memberi petunjuk orang lain ke jalan yang benar.
Sementara itu, pihak pengelola komplek makam Imam Husain ra di kota Karbala, Irak, mengumumkan bahwa jumlah peziarah yang tercatat melalui sistem perhitungan elektronik mencapai 21,198,640 orang, angka terbesar sejak tahun 2003. (mm/alalam)
Baca juga:
KTT SCO, Presiden Iran Serukan Perlawanan terhadap Unilateralisme AS
Usai Kunjungi Iran, Petinggi Ansharullah Temui Sayyid Nasrallah