Teheran, LiputanIslam.com – Iran mengapresiasi dukungan Tunisia kepada bangsa Palestina dan penolakannya terhadap keanggotaan Rezim Zionis Israel di Uni Afrika sebagai pengamat.
Apresiasi itu disampaikan oleh Menlu Iran Hossein Amir-Abdollahian dalam pertemuan dengan Duta Besar Tunisia untuk Iran Samir Al Mansar, Selasa (13/9).
Amir-Abdollahian berterima kasih kepada pemerintah dan rakyat Tunisia atas “sikap positif dan konstruktif” itu serta memuji hubungan Iran-Tunisia sembari memastikan bahwa tidak ada batasan bagi perluasan kerjasama antara kedua negara.
Menyinggung perkembangan terkini di Tunisia, Menlu Iran menyatakan keyakinannya bahwa dengan kebijaksanaan pejabat Tunisia dan dengan persatuan pemerintah dan rakyat Tunisia, Tunisia akan makmur di segala bidang.
Pada bulan lalu, Iran mengecam masyarakat internasional yang dinilainya bungkam atas agresi Israel terhadap rakyat Palestina. Iran juga mendesak negara-negara Barat untuk mendukung hak-hak bangsa Palestina daripada menyangkal fakta kejahatan rezim Zionis.
“Sejalan dengan apa yang telah ditetapkan dalam banyak dokumen resmi dan laporan yang tak terhitung jumlahnya oleh lembaga hak asasi manusia, Rezim Zionis adalah rezim apartheid, yang bersalah atas genosida, kejahatan perang, dan kejahatan terhadap kemanusiaan,” ungkap Juru Bicara Kemlu Iran Nasser Kanaani di Twitter.
Berbagai lembaga peduli HAM terkemuka, termasuk Human Rights Watch dan Amnesty International, telah menyetarakan kebijakan Israel terhadap Palestina dengan apartheid.
Kepala Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa Michelle Bachelet telah memperingatkan ihwal tingginya jumlah orang Palestina, termasuk anak-anak, yang terbunuh dan terluka oleh Israel pada tahun 2022. (mm/fna)
Baca juga: