Teheran, LiputanIslam.com – Humas Angkatan Laut (AL) Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Rabu (31/8), mengeluarkan pernyataan yang menjelaskan rincian insiden penyitaan pasukan elit Iran ini atas kapal nirawak AL AS di Teluk Persia dan kemudian pembebasannya.
Humas IRGC mengecam tindakan AS membangkitkan krisis dan ketidakamanan di Teluk Persia, dan menekankan bahwa Teheran tidak akan acuh terhadap segala tindakan yang menyebabkan masalah di kawasan ini.
“Kehadiran ilegal pasukan AS di Teluk Persia selalu menyebabkan ketidakamanan dan ketidakstabilan,” kata seorang pejabat militer Iran kepada Nour News, media yang dekat dengan Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran (SNSC).
“Praktek militer AS dalam mengarungi kapal militer tak berawak di Teluk Persia dan Laut Oman di bawah kedok penelitian membahayakan pelayaran di perairan itu,” tambahnya.
Dalam sebuah laporan pada Selasa malam, Nour News merilis rincian penyitaan dan kemudian pelepasan kapal permukaan nirawak (USV) milik militer AS oleh AL IRGC di perairan Teluk Persia.
Nour News menyebutkan bahwa AL IRGC telah bergerak dan bertindak tepat waktu untuk mengambil alih kapal, yang “komunikasi navigasinya telah terputus”, dan menariknya dengan menggunakan kapal pendukung untuk mencegah kecelakaan laut dan menjaga keamanan jalur pelayaran.
Kapal itu kemudian dibebaskan atas keputusan komandan kapal pendukung Iran ketika sebuah kapal patroli AS tiba di tempat kejadian dan diberi pengarahan tentang risiko keamanan.
Mengacu pada tindakan tepat waktu AL IRGC itu, Humas AL IRGC menyatakan bahwa belum lama ini “sejumlah besar kapal militer nirawak telah dikirim oleh Angkatan Laut AS ke Teluk Persia dan Laut Oman”, yang selain mengancam keamanan jalur pelayaran, juga telah menyebabkan beberapa kecelakaan laut.
“Seperti di masa lalu, kami tidak akan acuh terhadap tindakan yang menyebabkan ketidakamanan di kawasan, dan untuk mencegah segala bentuk instabilitas, kami akan melanjutkan kewajiban hukum kami dalam bentuk misi yang secara inheren melindungi dan mengamankan jalur pelayaran,” katanya.
AL IRGC dalam sebuah pernyataannya menjelaskan bahwa setelah kapal nirawak itu dibebaskan setelah IRGC melakukan penyelidikan dan mengkonfirmasi kesalahan dan kemudian mendapat jaminan dari pihak AL AS bahwa tidak ada ancaman bagi keamanan dan kepentingan nasional Iran.
Menurut AL IRGC, peringatan yang diperlukan telah dikirim ke AL AS untuk tidak mengulangi sikap dan perilaku ilegal ini.
Teheran menekankan bahwa kehadiran pasukan trans-regional telah menjadi penyebab ketegangan di kawasan, sehingga pasukan Iran memantau seluruh kawasan ini dengan cermat. (mm/alalam/fna)
Baca juga: