Presiden Raisi: Jangan Harap Israel Sanggup Halangi Proyek Nuklir Iran

0
295

Teheran, LiputanIslam.com   Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi menekankan bahwa memperoleh kemampuan di bidang nuklir bertujuan damai  merupakan “hak dasar” Iran yang tak akan dapat dirampas oleh pihak manapun, termasuk Rezim Zionis Israel.

“Tak ada pihak manapun dapat mencegah kami memperoleh kemampuan nuklir damai,” tegasnya dalam konferensi pers di Teheran, Senin (29/8).

Dia menyebutkan bahwa ancaman dan sepak terjang Israel untuk menghentikan proyek nuklir Iran “tidak akan berhasil,” dan bahwa rezim Zionis justru “menyadari tak sanggup menghadapi Iran.”

Presiden Raisi menyatakan demikian manakala masyarakat internasional sedang menunggu tanggapan Teheran terhadap proposal AS agar kedua pihak sepenuhnya kembali ke kesepakatan nuklir 2015.

Raisi menjelaskan bahwa kesepakatan untuk memulihkan perjanjian nuklir perlu jaminan yang meyakinkan, konfirmasi obyektif dan implementatif menyangkut pelonggaran sanksi yang dikenakan terhadap Iran, serta penutupan penyelidikan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) atas negaranya.

Di pihak lain, Presiden Israel Isaac Herzog menyatakan Israel mengkhawatirkan strategi nuklir Iran menjelang kesepakatan yang mungkin akan dicapai.

Dalam pertemuan dengan Presiden Swiss Ignazio Cassis di Bern,Senin, Herzog mengatakan bahwa masyarakat internasional tidak boleh tinggal diam di depan upaya Teheran “menyebarkan teror di kawasan dan menghapus Israel dari peta”.

Dia juga mengatakan, ” ami mengharapkan keluarga bangsa-bangsa untuk membuat poin ini benar-benar jelas. Masyarakat internasional dan negara-negara yang dengan bangga mendorong ke arah perdamaian internasional tidak boleh menerima seruan dan upaya penghapusan negara anggota PBB yang berdaulat.”

Dia mengklain bahwa perilaku Iran “tidak dapat ditanggapi dengan diam. Aktivitas Iran tidak bisa dibiarkan begitu saja. Yang terpenting, negara seperti ini seharusnya tidak diizinkan untuk memperoleh kemampuan nuklir dengan segala cara yang diperlukan.”

Di hari yang sama, IAEA melaporkan bahwa Iran terus melangkah maju dengan memodernisasi program pengayaan uranium canggihnya, bahkan ketika Barat menunggu tanggapan Teheran terhadap upaya pemulihan kesepakatan nuklirnya tahun 2015.

Laporan itu menyebutkan bahwa Iran telah mulai memperkaya uranium dengan menggunakan salah satu dari tiga set sentrifugal canggih IR-6 yang baru-baru ini dipasang di pabrik pengayaan bawah tanahnya di Natanz. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Perjanjian Nuklir Iran Dinilai Sudah Mendekati Pemulihan, Israel Panik

Mossad: Pemulihan JCPOA adalah ‘Bencana Strategis’

DISKUSI: