Teheran, LiputanIslam.com – Asisten Koordinator Panglima Angkatan Bersenjata Iran, Laksamana Habibullah Sayyari, mengumumkan bahwa hari ini, Rabu (24/8), akan digelar manuver gabungan “Tentara 1401” pesawat nirawak (UAV/drone) dengan partisipasi empat matra pasukan.
Dia menyebutkan bahwa pada kesempatan itu juga akan diujicoba berbagai tipe drone modern yang diproduksi di Kementerian Pertahanan bekerjasama dengan perusahaan berbasis sains.
“Manuver-manuver ini akan menguji akurasi, kekuatan persenjataan, kontinyuitas penerbangan, kemampuan sistem panduan dan kontrol, dan kemampuan tempur drone-drone ini,” ujar Sayyari, Selasa (23/8).
Komandan manuver gabungan Tentara 1401 itu menyebutkan bahwa manuver ini juga ditujukan untuk pengalihan pengalaman kepada kader muda serta pelatihan dan peningkatan kesiapan tempur untuk menghadapi ancaman.
Sayyari mengatakan, “Manuver drone gabungan empat matra pasukan ini dan markas pertahanan udara bersama akan berlangsung untuk pertama kalinya, dan akan berlangsung di perairan Teluk Persia dan Laut Oman, dari selatan ke timur, barat, utara, dan tengah negara.”
Laksamana Sayyari menjelaskan bahwa sebanyak lebih dari 150 drone akan berpartisipasi dalam manuver, dan bahwa jumlah ini hanya sebagian kecil dari kekuatan drone yang dimiliki oleh empat matra pasukan Iran yang melakukan berbagai misi pengintaian, pengawasan dan pertempuran.
Dia menyebutkan manuver ini berkarakteristik antara lain kemamampuan dan penyerahan tanggung jawab kepada kaum pemuda kreatif.
“Para pemuda kreatif ini, karena cinta dan rasa tanggung jawab, telah membuat berbagai tipe drone, sistem komunikasi dan senjata, sebagai kekuatan manajemen dan kepemimpinan mereka dalam manuver ini,” katanya.
Sementara itu, Jubir Komisi Keamanan Nasional dan Politik Luar Negeri Majelis Permusyawaratan Islam (parlemen Iran) Abolfazl Amouei, mengatakan negara ini berhasil mewujudkan “independensi” dan swadaya di bidang industri pertahanan berkat sepak terjang para ilmuwannya.
Dia mengatakan hal itu kepada wartawan ketika para anggota komisi tersebut meninjau pameran prestasi sains dan industri Kementerian Pertahanan dan Logistik Angkatan Bersenjata di Teheran, Selasa.
Anggota parlemen Iran itu memuji kemampuan negaranya di bidang alutsista, terutama peralatan perang siber, pencegatan obyek terbang, dan sistem pertahanan udara jarak pendek, menengah dan panjang, yang ditampilkan dalam pameran ini.
Dia mengatakan, “Sejumlah besar pencapaian ilmiah ini menunjukkan peluang yang sangat besar untuk pengembangan infrastruktur pertahanan, dan juga penggunaannya untuk mendukung sektor industri non-militer lainnya di negara ini.” (mm/alalam/irna)
Baca juga: