Teheran, LiputanIslam.com – Presiden Iran Sayid Ebrahim memastikan negaranya akan meraih prestasi baru di bidang teknologi kedirgantaraan dalam waktu dekat.
Hal itu dia katakan sehari setelah roket Soyuz-2.1b milik Rusia meluncurkan satelit penginderaan jauh buatan dan milik Iran pada orbit berketinggian 500 kilometer dari permukaan Bumi.
Satelit yang diluncurkan dari Baikonur Cosmodrome yang dioperasikan Rusia di negara Kazakhstan itu dilaporkan akan mengirim gambar beresolusi tinggi empat kali sehari, dan digunakan untuk memantau perbatasan Iran, meningkatkan produktivitas pertanian, serta menunjang sektor-sektor sumber daya alam, lingkungan, pertambangan, dan manejemen bencana alam.
Presiden Iran mengatakan pemerintahnya bermaksud mempercepat kemajuan dalam teknologi kedirgantaraan di mana negara itu tertinggal di masa lalu, serta mengutamakan sektor-sektor lingkungan, eksplorasi mineral, manajemen bahaya alam, dan pemantauan perbatasan.
“Di masa depan, kita akan menyaksikan pembukaan pencapaian baru di bidang ilmu kedirgantaraan yang akan memberikan layanan luar biasa bagi (bidang-bidang) lingkungan, eksplorasi mineral, manajemen bencana alam, dan pengendalian perbatasan,” ujarnya, Rabu (10/8).
Dia menyebut kesuksesan peluncuran satelit Khayyam sebagai prestasi para ilmuwan Iran dan kerjasama mereka dengan rekan-rekan dari Rusia.
Sebelumnya pada hari itu, kepala Badan Antariksa Iran (ISA), Hassan Salarieh, dalam konferensi pers, menawarkan rincian lebih lanjut tentang proses yang mengarah ke tahap pembuatan dan peluncuran satelit Khayyam.
Dia menjelaskan bahwa satelit itu diproduksi berdasarkan pesanan yang ditempatkan oleh Iran dengan perusahaan Rusia, dan bahwa satelit itu “mencapai tahap pembuatan berdasarkan parameter yang ditentukan oleh Iran dan juga di bawah pengawasan Republik Islam (sendiri).”
Menurutnya, Khayyam merupakan satelit dengan akurasi pencitraan yang membuatnya mampu mengambil gambar dengan resolusi satu meter.
Dia juga menyebutkan bahwa Iran berniat melanjutkan kerjasama kedirgantaraan dengan Rusia, dan bahwa lebih banyak satelit akan diproduksi dengan akurasi pencitraan yang lebih tinggi di tahun-tahun mendatang demi memenuhi kebutuhan di kawasan. (mm/presstv)
Baca juga:
Rusia Orbitkan Satelit “Khayyam” Iran, akan Dimanfaatkan dalam Perang Ukraina?
Panglima IRGC: Lebih dari 100,000 Rudal di Lebanon Siap Buka Pintu Neraka bagi Israel