Teheran, LiputanIslam.com – Iran, Turki dan Rusia telah mengadakan pertemuan puncak atau konferensi tingkat tinggi (KTT) segi tiga mengenai proses perdamaian Suriah yang sudah lebih dari 11 tahun di landa konflik.
KTT ke-7 dari proses Astana itu diadakan di Teheran, Selasa (19/7), dan melibatkan Presiden Iran Ebrahim Raisi, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
KTT tersebut menghasilkan deklarasi yang berisikan beberapa poin antara lain sebagai berikut;
– Menghormati kedaulatan, kemerdekaan dan integritas Suriah.
– Melanjutkan kerjasama pemberantasan terorisme, mengutuk semua kelompok teroris dengan semua labelnya di Suriah, dan menekankan keharusan penerapan semua tindakan terkait dengan Suriah utara.
– Menolak segala upaya pengadaan realitas baru di Suriah dengan dalih pemberantasan terorisme, termasuk inisiatif pengadaan pemerintahan otonomi dan apalagi agenda desintegrasi Suriah.
– Mengecam dan menentang tindakan pasukan pendudukan Amerika Serikat menguasai sumber-sumber minyak Suriah dan memperdagangkan hasilnya secara ilegal.
– Menekankan keharusan penerapan semua tindakan yang telah disepakati terkait dengan zona de-eskalasi di provinsi Idlib dan sekitarnya.
– Menegaskan bahwa solusi politik adalah satu-satunya kunci untuk menyudahi krisis politik di Suriah.
– Menekankan urgensi pertukaran tahanan antara pemerintah dan oposisi di Suriah demi menunjang terciptanya rasa saling percaya di antara semua pihak di Suriah.
– Menekankan keharusan adanya bantuan internasional untuk proses pemulangan para pengungsi Suriah, termasuk dengan menunjang proses rekonstruksi dan pembersihan ranjau.
– Mengecam serangan militer Rezim Zionis Israel terhadap Suriah, dan menganggapnya sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Suriah dan hukum internasional.
(mm/alalam)
Baca juga: