Sanaa,LiputanIslam.com-Ketua Komite Tinggi Revolusi Yaman, Muhammad Ali al-Houthi juga mempertanyakan tujuan lawatan Utusan PBB, Hans Grundberg ke Yaman. Ia menyatakan, Grundberg bersikeras mengunjungi Sanaa di saat tuntutan-tuntutan Ansharullah belum dipenuhi, dan ini adalah hal yang aneh.
“Apakah aktivitas perbankan dan pembayaran gaji sudah dimulai? Apakah AS sudah menepati janjinya untuk memfasilitasi dimulainya lawatan-lawatan medis PBB? Apakah benar-benar ada tuntutan yang sudah dipenuhi?”cuit al-Houthi.
Para petinggi Ansharullah sebelum ini menolak bertemu dan berdialog dengan Utusan PBB, lantaran belum dipenuhinya tuntutan-tuntutan mereka, termasuk pencabutan blokade pelabuhan al-Hudaydah dan pembvkaan kembali bandara internasional Sanaa.
Pada 1 April lalu, Grundberg mengumumkan, pihak-pihak yang terlibat konflik di Yaman menyepakati gencatan senjata selama 2 bulan.
“Kedua belah pihak menerima bahwa semua operasi militer udara, darat, dan laut di dalam Yaman dan luar perbatasan akan dihentikan. Mereka juga menyetujui masuknya kapal-kapal BBM ke pelabuhan al-Hudaydah dan penerbangan dagang domestik serta mancanegara dari bandara Sanaa ke destinasi-destinasi yang sudah ditentukan sebelum ini di Kawasan,” demikian disebutkan dalam statemen Grundberg. (af/fars)
Baca Juga:
Ansharullah: Bersama Kami, Rakyat Yaman akan Merdeka
Sanaa: Utusan PBB Tahu Pihak Agresor adalah Penghalang Misinya