Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Putaran Baru Perundingan Nuklir, Adu Cengkal antara Iran dan Barat

Published 29/11/2021 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

LiputanIslam.com –  Iran dan beberapa negara besar dunia (Inggris, Prancis, Rusia, China dan Jerman/4+1) dijadwalkan memulai putaran baru perundingan nuklir di Wina, Austria, Senin (29/11), sebagai upaya terakhir untuk menyelamatkan perjanjian Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) yang diteken pada tahun 2015 dan kemudian terancam buyar akibat pengkhianatan AS, salah satu penandatangannya.

Para diplomat mengatakan waktu sudah hampir habis untuk upaya pemulihan JCPOS, yang diabaikan oleh AS di masa kepresidenan Donald Trump pada 2018 hingga Iranpun gusar, dan  negara-negara lain yang terlibat cemas terhadap kondisi ini.

Enam putaran pembicaraan tidak langsung diadakan pada April dan Juni lalu, dan kemudian putaran baru akan dimulai sekarang setelah sekian lama tertunda oleh pemilihan presiden baru Iran yang dimenangi Sayid Ebrahim Raisi.

Tim perunding baru Iran menetapkan tuntutan yang dianggap tidak realistis oleh diplomat AS dan Eropa. Iran bersikeras menuntut pencabutan semua sanksi yang dijatuhkan oleh AS dan Uni Eropa sejak 2017, termasuk yang tidak terkait dengan program nuklirnya.

Bersamaan dengan ini, perselisihan meningkat antara Teheran dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), yang memantau program nuklir. Iran melanjutkan program pengayaan uranium, sementara IAEA mengaku tim inspeksinya telah mendapat perlakuan kasar dari Iran dan dilarang memasang kembali kamera pengintai di sebuah situs yang dianggap perlu oleh badan tersebut untuk menghidupkan kembali JCPOA.

“Mereka melakukan apa yang cukup secara teknis agar bisa mengubah hubungan mendasar mereka dengan Barat untuk dapat melakukan dialog yang lebih egaliter di masa mendatang,” kata seorang diplomat Barat yang terlibat dalam pembicaraan tersebut.

Dua diplomat Eropa mengatakan Teheran hanya mencoba mengulur waktu untuk meningkatkan bahan dan keahlian nuklirnya.

Para diplomat Barat mengaku akan melanjutkan pembicaraan pada hari Senin dengan asumsi melanjutkan pembicaraan yang terhenti pada bulan Juni. Mereka memperingatkan bahwa jika Iran terus bersikap berlebihan dan tak kooperatif lagi dengan IAEA maka mereka harus segera pilihan mereka.

Kepala delegasi perunding dan menteri luar negeri Iran Jumat dan Ahad lalu menegaskan bahwa pencabutan penuh sanksi adalah satu-satunya hal yang mengemuka di atas meja perundingan Wina.

Seorang diplomat Eropa berkomentar, “Jika inilah sikap yang terus dipegang Iran pada hari Senin maka saya tidak melihat solusi yang dinegosiasikan.”

Beberapa diplomat menyebutkan bahwa sekarang hanya tinggal 4-7 minggu lagi dari waktu yang dibutuhkan Iran untuk menimbun bahan fisil yang cukup untuk satu bom nuklir, namun mereka juga menekankan Iran masih perlu waktu dua tahun untuk bisa mengubahnya menjadi senjata yang dapat digunakan.

Jika perundingan itu gagal maka kemungkinan konfrontasi mula-mula akan terjadi di IAEA antara Iran di satu pihak AS dan sekutunya di pihak lain pada bulan depan dengan adanya seruan pertemuan darurat.

Hanya saja, mereka juga berkeinginan untuk mula-mula mengeksplorasi opsi diplomatik alternatif dengan harapan dapat mempertahankan dukungan dari Rusia, yang memiliki pengaruh politik di Iran, serta China, yang memberi Teheran dukungan ekonomi melalui pembelian minyak.

Para diplomat mengatakan bahwa salah satu skenario yang diajukan Washington adalah merundingkan perjanjian sementara terbuka dengan Teheran jika kesepakatan permanen tidak tercapai. Namun, para diplomat menilai  itu akan menelan banyak waktu dan tak pasti pula Iran menginginkannya atau tidak. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Rusia Kecam AS yang Umbar Ancaman ke Iran

Iran Kecam Gerakan AS dan Eropa Anti-Iran Menjelang Perundingan Wina

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account