Hudaydah, LiputanIslam.com – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengkonfirmasi evakuasi pasukan gabungan loyalis pemerintahan presiden pelarian Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi dari posisi mereka di timur dan selatan Hudaydah, yang merupakan fokus Kesepakatan Swedia yang dicapai pada akhir tahun 2018.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan, Ahad (14/11), menyebutkan, “Menurut laporan lapangan, pada 12 November, pasukan yang bersekutu dengan pemerintah Yaman telah meninggalkan posisi mereka di sekitar kota Hudaydah, termasuk Pabrik Tepung Laut Merah, dan daerah Kilometer 16, Kompleks Industri Thabet Bros, dan Bandara Internasional Hudaydah.”
Kantor itu menambahkan, “ Pasukan pemerintah Yaman juga menarik diri dari daerah Al-Durayhimi dan Bait Al-Faqih, dan sebagian besar daerah di bawah kendali mereka di distrik Al-Tuhayta, di mana mereka dilaporkan telah dipindahkan ke kota Al-Khoukha, sekitar 90 kilometer selatan kota Hodeidah.”
Kantor itu menyatakan, “Laporan lapangan menunjukkan bahwa pasukan Ansarullah telah menguasai daerah-daerah yang ditinggalkan, termasuk sebagian besar Distrik Tuhayta.”
Kantor itu menyebut situasi di Hodeidah “masih sangat tidak stabil, dengan laporan adanya bentrokan kekerasan yang sedang berlangsung antara pemerintah Yaman dan pasukan Ansarullah di sepanjang wilayah baru garis kontrol.” (mm/rt)
Baca juga: