
Baghdad, LiputanIslam.com – Presiden Irak Barham Salih menyatakan bahwa proses perundingan yang sedang berlangsung antara Iran dan Arab Saudi dengan mediasi Irak “mengalami beberapa kemajuan signifikan”.
“Perundingan antara Iran dan Arab Saudi mengalami kemajuan signifikan, namun masih ada beberapa tantangan, dan kami berharap akan terpecahkan di bawah kontinyuitas perundingan,” ujarnya dalam wawancara dengan saluran Al-Arabiya milik Saudi, Sabtu (2/10).
Menurutnya, kawasan Teluk dan sekitarnya memerlukan kelapangan situasi, sementara Iran dan Arab Saudi merupakan dua negara besar dan berpengaruh di kawasan ini, yang stabilitasnya juga tak lepas dari stabilitas Irak dan Suriah.
Lebih jauh dia berharap empat negara Irak, Iran, Turki dan Suriah dapat mencapai penyelesaian yang mendasar untuk penyelesaian krisis air dan hak pemanfaatan air sungai Eufrat dan Tigris, yang membentang dan mengalir di negara-negara ini. (mm/tasnim)
Baca juga: