Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Timur Tengah

Ahmad Massoud Nyatakan Siap Berunding dengan Taliban

Published 23/08/2021 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

Kabul, LiputanIslam.com –  Ahmad Massoud, putra tokoh pejuang legendaris Afghanistan Ahmad Shah Massoud, yang disebut-sebut telah membentuk front oposisi anti-Taliban, belakangan dikabarkan menyatakan siap berunding dengan Taliban.

“Kami siap berunding dengan Taliban untuk membentuk pemerintahan yang inkusif dengan Taliban, tapi kami tak akan pernah menerima paksaan,” ungkap Ahmad dalam wawancara dengan surat kabar Asharq Al-Awsat terbitan London, seperti dikutip Tasnim, Ahad (22/8).

Ahmad yang sangat berpengaruh di Panjshir,  satu-satunya kawasan yang tak jatuh ke tangan Taliban, mengatakan, “Kami siap berunding dengan Taliban, kami menjalin komunikasi dengan gerakan ini, bahkan ayah saya juga berbicara dengan Taliban. Untuk berbicara dengan para pemimpin gerakan ini, pada tahun 1996 dia pergi keluar dari Kabul tanpa membawa senjata dan pengawal lalu mengatakan kepada mereka, ‘Kalian mau apa? Menerapkan agama Islam? Kami semua Muslim dan menghendaki perdamaian, maka mari biarlah kita bekerja sama satu sama lain’.”

Ahmad menambahkan, “Meski demikian, kelompok Taliban ingin memaksakan segala sesuatu dengan senjata, dan inilah yang tak dapat kami terima. Jika mereka menghendaki perdamaian, berbicara dan bekerja sama dengan kami maka kita semua adalah orang Afghan dan akan menegakkan perdamaian.”

Dia menyebutkan , “Di masa ayah saya, Taliban tak sanggup menguasai Afghanistan utara, tapi kelompok teroris Al-Qaeda kemudian membunuh beliau (pada 9 September 2001). Meski demikian, saya berhasrat dan siap melupakan darah ayah saya demi terciptanya perdamaian, keamanan dan stabilitas… Kami siap mendirikan sebuah pemerintahan yang inklusif dengan Taliban melalui perundingan politik. Apa yang tak dapat kami terima ialah pendirian pemerintahan radikal Afghanistan, yang dapat menjadi ancaman yang berbahaya bukan hanya bagi Afghanistan melainkan juga kawasan dan seluruh dunia.”

Ahmad Massoud melanjutkan, “Dalam praktiknya kami berbicara dengan mereka, dan untuk mencapai jalan keluar dan menyudahi segala bentuk perang dan konfrontasi kami menaruh harap pada apa yang mereka katakan bahwa mereka menentang terorisme internasional. Meski demikian, kami harus melihat ini dalam praktiknya, dan kami berharap mereka memang menghendaki demikian.”

Di bagian akhir dia mengatakan, “Kami tak menghendaki perang, tapi jika mereka masuk ke Panjshir maka kami siap berperang. Benar bahwa mereka dapat memasuki dengan tenang jika tak membawa senjata, tapi jika sampai membawa senjata maka kami siap bertahan sampai orang terakhir. Meski demikian, kesempatan harus dibuka untuk perdamaian, meskipun perdamaian ini dengan Taliban.” (mm/tasnim)

Baca juga:

Taliban Minta Bantuan Rusia Bujuk Kelompok Panjshir agar Tak Melawan

Beragam Ujian yang Menanti Taliban

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account