Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Timur Tengah

Rusia: Iran Negara Pertama Non-Nuklir yang Perkaya Uranium 60%

Published 12/07/2021 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

Moskow, LiputanIslam.com –  Wakil Rusia untuk organisasi-organisasi internasional di Wina, Swiss, Mikhael Ulyanov, menyatakan bahwa Iran telah bertindak” terlampau jauh” dengan memperkaya uranium dengan tingkat kemurnian 60% dan memroduksi uranium dalam bentuk logam setelah AS keluar dari perjanjian nuklir Iran dengan sejumlah negara besar dunia yang lazim disebut perjanjian Rencana Aksi Komprehensif Bersama (Joint Comprehensive Plan of Action/JCPOA).

“Sebelum segala sesuatunya, saya ingin mengingatkan bahwa Iran telah memperlihatkan kesabaran yang sangat besar setelah keluarnya AS menarik diri dari perjanjian dan menjalankan kebijakan tekanan maksimum. Iran terus menerapkan semua komitmennya pada JCPOA selama satu tahun penuh.  Mereka baru menghentikan komitmen ini setelah pemerintahan Trump menerapkan sanksi minyak. Setelah itu Teheran mulai menarik diri dari JCPOA,” papar Ulyanov kepada surat kabar Rusia Kommersant, Minggu (11/7).

“Kami selama ini menghindari kritikan tajam terhadap Iran karena kami memahami negara ini sedang mereaksi kebijakan tekanan maksimum yang tercela itu. Biasanya kami menggunakan kata ‘prihatin’ ketika mengomentari mundurnya Iran dari prinsip perjanjian nuklir, tapi sekarang muncul hal-hal yang mencemaskan,” lanjutnya.

Dia lantas mengatakan, “Iran tampaknya telah beranjak terlampau jauh, dan untuk pertama kalinya sebuah negara non-nuklir memperkaya uranium 60% dan memroduksi uranium dalam bentuk logam. Semakin cepat kita mencapai perjanjian untuk mereaktivasi JCPOA semakin cepat pula kita menghentikan kondisi ini.”

JCPOA diteken pada tahun 2015 oleh Iran dan lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB (AS, Inggris, Prancis, Rusia dan China) plus Jerman tapi lantas ditinggal oleh AS di masa kepresidenan Donald Trump pada tahun 2018. Trump kemudian menerapkan sanksi-sanksi berat terhadap Iran, lalu Iranpun membalasnya dengan menyurutkan komitmennya kepada JCPOA sejak tahun 2019.

Sejak April 2021 Wina diwarnai perundingan Iran dengan negara-negara tersebut, kecuali AS, untuk menghidupkan kembali JCPOA setelah pengganti Trump, Joe Biden, berulang kali menyatakan hasratnya untuk mengembalikan AS kepada JCPOA. Meski demikian, Uni Eropa dan Washington mengkonfirmasi keterlibatan AS dalam perundingan itu namun tanpa berkomunikasi langsung dengan pihak Iran.

Iran sendiri menolak berunding langsung dengan AS sebelum Negeri Paman Sam ini mencabut sanksinya terhadap Iran, sementara AS menekankan prinsip selangkah dibalas selangkah. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Ayatullah Khamenei Berbelasungkawa atas Wafatnya Sekjen Front Rakyat Pembebasan Palestina

Taliban Berjanji Tak Usik Wilayah Iran

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account