Baghdad, LiputanIslam.com – Badan Informasi Keamanan Irak dalam sebuah statemennya, Selasa (6/7) melaporkan tertangkapnya seorang teroris yang terlibat dalam peristiwa pembantaian massal ISIS terhadap banyak anggota pasukan keamanan dan warga sipil Irak di Provinsi Anbar.
“Berdasar data-data rinci badan informasi komando Operasi Al-Jazira, kami mengetahui keberadaan seorang teroris berbahaya anggota DAESH (ISIS) di desa Al-Ish, distrik Al-Ramanah, Provinsi Anbar, yang bertanggungjawab atas eksekusi terhadap banyak personil badan-badan keamanan dan warga Irak sebelum dimulainya operasi pembebasan Irak dari cengkraman DAESH,” bunyi statemen tersebut.
Disebutkan bahwa personil intelijen militer komando Operasi Al-Jazira dengan partisipasi pasukan kontra-terorisme Al-Anbar berhasil menangkap teroris itu dan menemukan keberadaan sepucuk senapan AK dan sepucuk senjata revolver darinya.
Badan Informasi Keamanan Irak juga menyebutkan bahwa sesuai instruksi penangkapan dan undang-undang kontra-terorisme Iran, teroris itu sudah sekian lama dikenai jerat hukum dan dipasrahkan kepada lembaga-lembaga terkait. (mm/fna)
Baca juga: