Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Olahraga

Siarkan Piala Dunia 2014, Televisi Bisa Jadi Merugi

Published 02/06/2014 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

antvJakarta, LiputanIslam.com, –Bisnis siaran langsung sepakbola selama ini dikenal sangat menguntungkan. Untuk itulah, para pemilik televisi berlomba-lomba untuk mendapatkan hak siar dari. Begitu kerasnya persaingan bisnis di bidang ini, dan begitu derasnya uang yang beredar, sampai-sampai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun sempat menjerat pejabat Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang divonis melakukan korupsi di bidang bisnis siaran sepakbola ini.

Kita masih ingat, bagaimana Muhammad Iqbal, salah seorang pejabat KPPU tertangkap tangan petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah menerima satu tas berisi uang Rp 500 juta dari eksekutif Grup Lippo Billy Sindoro. Pemberian uang tersebut dinyatakan sebagaioleh pengadilan merupakan balas budi Billy terkait putusan KPPU dalam sengketa monopoli siaran Liga Inggris.

Sangat besarnya keuntungan di bidang siaran sepakbola inilah yang membuat PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) begitu berkeras untuk mendapatkan hak siar Piala Dunia 2014. Tentunya perusahaan yang menaungi ANTV dan TV One itu sudah punya perhitungan bisnis sendiri. Tapi, mari kita lihat hitung-hitungan lain dengan sudut pandang yang agak berbeda.

Sumber-sumber menyatakan bahwa untuk membeli hak siar Piala Dunia 2014, perusahaan yang dimiliki keluarga Bakrie itu pada tahun 2012 lalu mengeluarkan dana hingga setengah trilyun rupiah, tepatnya Rp 553 milyar. Viva grup berharap dipegangnya hak siar Piala Dunia ini bisa menghasilkan keuntungan yang berlipat mengingat animo masyarakat terhadap siaran sepakbola, apalagi sekelas Piala Dunia sangatlah besar.

Bahkan demi mengejar keuntungan yang berlipat di Piala Dunia 2014 nanti, PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) tidak membagikan deviden untuk tahun buku sebelumnya (tahun 2011). Keputusan tersebut diambil dikarenakan perseroan akan menggunakan laba bersih 2011 sebagai modal kerja.

Selain tidak membagikan deviden, VIVA Grup diberitakan juga menjaminkan seluruh asetnya untuk menambah biaya modal, karena hampir seluruh biaya modalnya tergerus untuk menutupi biaya pembelian hak siar Piala Dunia. Dengan keberhasilan VIVA memegang haksiar Piala Dunia tersebut, perusahaan menargetkan bisa meraih pendapatan hingga Rp 1 triliun khusus dari program tersebut. Pendapatan itu tak hanya dari hak siaran televisi saja, melainkan juga kerja sama lain.

Tapi, perhatikan beberapa faktor di bawah ini. Bisa jadi VIVA Group akan gigit jari, dalam artian bahwa keuntungan yang diharapkan malah akan melayang. Justru kerugian yang akan didapat.
Pertama, Piala Dunia 2014 diadakan di Brazil, yang terletak di Benua Amerika. Selisih waktu Brazil dengan Indonesia adalah 11 jam lebih lambat. Jadwal yang disusun menunjukkan bahwa berbagai pertandingan akan digelar dan disiarkan jam 23:00, jam 03:00, dan jam 05:00 WIB (itu juga berarti jam 01:00, jam 05:00, dan jam 07:00 WIT).

Dengan jadwal siaran tersebut, mungkinkah ada yang mau mengadakan acara nonton bareng (nobar) pada jam-jam tersebut? Apalagi jika pertandingan diadakan di hari kerja. Padahal, acara nobar adalah andalan utama televisi dalam mengail iklan. Prediksi rendahnya minat pemirsa ini pasti akan berpengaruh terhadap rating acara, dan ini secara langsung akan mempengaruhi minat pemasang iklan.

Masalah kedua, terkait dengan fakta bahwa babak-babak paling seru, yaitu perdelapan final hingga partai puncak final berlangsung di bulan suci Ramadhan. Kebiasaan orang Indonesia, di bulan Ramadhan adalah tidur kembali selepas salat Subuh, supaya bisa menghemat kebugaran, karena sudah bangun sejak jam 3 untuk makan sahur. Maka, sudah bisa diperkirakan bahwa jumlah pemirsa akan berkurang. Ini sekali lagi akan mengurangi minat pemsang iklan.

Masalah ketiga terkait dengan iklan produsen rokok. Selama ini kita tahu, produsen rokoklah yang sangat getol mensponsori kegiatan-kegiatan olahraga, khususnya sepakbola. Dari sisi lain, kita juga tahu bahwa dengan alasan-alasan tertentu, pemerintah membatasi jam tayang iklan rokok, apapun bentuknya. Iklan rokok hanya diperbolehkan tayang mulai pukul 21:00 hingga 05:00 pagi.

Jika produsen rokok membatasi iklannya hanya untuk pertandingan-pertandingan tertentu (yang ditayangkan sampai jam 05:00), bisa diperkirakan betapa akan sangat minimnya pendapatan televisi.

Ini semua tentu saja hanya hitung-hitungan di atas kertas. Kita semua tidak tahu bagaimana kenyataannya nanti. Apalagi yang disiarkan adalah sepakbola. Hasil pertandingannya saja sering kali meleset dari prediksi pengamat. Untung-rugi dari bisnis siarannya pun bisa jadi akan menampilkan kejutan. (by dari berbagai sumber)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Indonesiana

Selamat! Pasangan Bulutangkis Fajar/Rian Juarai All England

By Rachel
Indonesiana

Pemerintah Tolak Hasil KLB Kubu Moeldoko, AHY Enggan Minta Maaf ke Jokowi

By Rachel
Indonesiana

Ketum PSSI Ajak Timnas U-16 Tidak Gentar di Piala Asia 2020

By Fadel
Indonesiana

PSSI Tegaskan Shin Tae Yong Bebas Pilih Pemain Timnas

By Fadel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account