Teheran, LiputanIslam.com – Teheran menolak desakan Seoul untuk pembebasan kapal tanker Korea Selatan (Korsel) yang ditahan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), dan balik mendesak Seoul agar sesegera mungkin mencairkan aset Iran yang diblokir di bank-bank Korea Selatan.
Dilaporkan bahwa Wakil Menteri Luar Negeri Korsel Choi Jong-Kun, yang melakukan kunjungan ke Teheran pada Ahad lalu untuk membahas aset asing Iran yang diblokir di bank-bank Korea Selatan, bukannya menawarkan solusi efektif untuk masalah tersebut, malah meminta Iran membebaskan kapal tanker Korsel, namun Iran menolaknya sembari memberi tahu bahwa kasus kapal itu harus diproses secara hukum.
Pada 4 Januari, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran dikabarkan telah menahan sebuah kapal tanker MT Hankuk Chemi berbendera Korea Selatan di Teluk Persia karena dianggap telah berulang kali melakukan pelanggaran undang-undang yang menyebabkan pencemaran lingkungan.
Dikutip dari kantor berita Mehr milik Iran, Selasa (12/1), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh dalam jumpa persnya pada Senin lalu menanggapi pertanyaan tentang aset asing Iran yang diblokir di Korea Selatan.
Dia mengatakan bahwa Iran sebelumnya telah mengungkapkan kekecewaannya terhadap tindakan Seoul tersebut.
“Masalah pemblokiran aset Iran di Korea Selatan berjalan sangat lambat, dan Iran tidak puas dengan apa yang telah terjadi sejauh ini,” ujarnya.
Gubernur Bank Sentral Iran Abdolnasser Hemmati menyebutkan bahwa aset FOREX Iran sebesar US$ 7 miliar terbekukan di rekening dua bank Korea Selatan sejak September 2018 sejak Amerika Serikat (AS) kembali menerapkan sanksinya terhadap Iran .
Dia menambahkan bahwa utang Korsel yang harus dibayar ke Iran berkaitan dengan impor gas Korsel kondensat dari Iran. (mm/mna)
Baca juga: