Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Olahraga

Peluang Iran Versus Amerika di Piala Dunia Brasil

Published 31/05/2014 6 Min Read
Share
6 Min Read
SHARE

amerika-iranRio de Janeiro, LiputanIslam.com, –Olahraga memang bukan politik. Betapa sering pula kita mendengar atau membaca pernyataan para pegiat olahraga yang menekankan pentingnya menjauhkan politik dari olahraga. Akan tetapi, tetap saja kita menyaksikan bagaimana hal-hal politis sering mewarnai even olahraga. Politik bahkan sering menjadi daya tarik olahraga.

Pada perhelatan Piala Dunia 1998 di Perancis, hampir semua penggemar sepakbola sepakat bahwa tak ada yang istimewa secara teknis dari duel antara Iran dengan Amerika Serikat. Gol Hamid Estili yang menyundul bola dari jarak belasan meter memang cantik. Begitu juga saat gelandang Mehdi Mahdavikia melesat bak anak panah dari lapangan tengah untuk akhirnya mencetak gol kedua bagi Iran. Tapi hanya itu.

Soal teknik dan strategi, partai yang disebut paling menarik tiada lain adalah duel Brasil dan Perancis di laga final. Lalau kalau soal prestasi individu, siapa yang bisa mengungguli maestro Zinedine Zidane?

Tapi, tetap saja, Iran versus Amerika dianggap yang paling menarik dan sangat menyedot perhatian dunia. Saat Iran dan Amerika Serikat harus berbagi tempat di Grup F Piala Dunia 1998, seluruh dunia langsung mengantisipasi duel tersebut. Sejarah hubungan politik AS dan Iran lah yang menjadi pemicunya.

Sejak Revolusi Iran di tahun 1979, hubungan diplomatis kedua negara sudah putus. Dalam beberapa moment relasi keduanya bahkan memburuk. AS berkali-kali mengancam akan menyerang Iran. Sedangkan di Iran sendiri, kegeraman atas kecongkakan AS seakan menjadi menu harian warga dan pemerintah.

Pihak keamanan Prancis saat itu dikabarkan melakukan persiapan ekstra menjelang laga tersebut. Petugas keamanan yang berjaga di sekitar Lyon, tempat duel kedua timnas, diperbanyak. Termasuk di dalam stadion di mana sempat diperkirakan akan ada aksi demonstrasi yang dilakukan sekelompok suporter Iran.

Muncul kabar, sebuah organisasi teroris memperoleh tujuh ribu tiket pertandingan AS vs Iran yang berlangsung di Stade Gerland, Lyon. Polisi anti huru hara dalam jumlah lebih dari biasanya turut disiapkan di dalam stadion untuk menghindari serangan massa yang menyerbu lepangan.

Kekhawatiran-kekhawatiran akan pecahnya keributan tidak terbukti. Pun begitu di atas lapangan, laga berjalan sengit namun tetap dalam batasan sportivitas. Sebelum kick off, tim Iran dan AS menunjukkan semangat olahraga yang penuh fair play sekaligus menegaskan kepada khalayak ramai bahwa sepakbola itu di luar hal-hal berbau politik.

iran_usa2Kedua tim bahkan menunjukkan sikap besahabat. Pemain Iran menunjukkan sikap simpatik dengan membawa seikat bunga mawar putih lambang perdamaian yang diberikan pada pemain AS. Kedua tim juga melewati sesi foto bersama dengan saling bergandeng dan berangkulan. Para petinggi Iran menegaskan bahwa Iran tak pernah memusuhi rakyat Amerika. Yang mereka persoalkan adalah para politisi Gedung Putih

Tim Iran di tahun 1998 dipenuhi oleh para pemain bintang. Sebut saja, penyerang Arminia Bielefeld Ali Daei yang setelah turnamen pindah ke Bayern Muenchen. Ali Daei tercatat sudah mencetak 109 gol timnas di akhir masa karirnya. Nama-nama bintang lainnya adalah gelandang Mehdi Mahdavikia, Khodadad Azizi, dan Karim Bagheri.

Sementara tim Amerika Serikat pada tahun 1998 diperkuat para pemain yang masih minim pengalaman di sepakbola dunia. Nama-nama tenar kala itu adalah striker Brian McBride, gelandang Claudia Reyna, bek Frankie Hejduk dan kiper Kasey Keller.

Iran membuka skor lima menit sebelum babak pertama usai. Umpan crossing dari Javad Zarincheh disambut sundulan Hamid Estili, pemain klub Bahman. Pada menit ke-84, Mahdavikia mencetak gol kedua Iran setelah menerima umpan terobosan dari Ali Daei. Mahdavikia berlari mengejar bola dan lolos dari jebakan offside AS. Penyerang Brian McBride memperkecil skor menjadi 2-1 tiga menit sebelum pertandingan berakhir.

Meskipun menang atas AS, Iran akhirnya gagal ke babak kedua, karena kalah bersaing dengan Jerman dan Yugoslavia yang masing-masing keluar sebagai juara dan runner up grup.

Peluang Partai Ulang

Pada perhelatan tahun ini, kedua tim sudah memastikan lolos ke Brasil. Tapi keduanya berada di grup yang berlainan. Iran berada di grup F bersama favorit Argentina, kuda hitam Bosnia-Herzegovina, dan jagoan Afrika Nigeria. Sementara itu, AS bergabung dengan Jerman, Portugal, dan Ghana di Grup G. Bagaimana peluang bagi keduanya untuk kemudian saling bertemu?

Melihat lawan-lawan mereka di grup masing-masing, kebanyakan pengamat melihat sangat kecil keduanya untuk saling bertemu lagi dan menciptakan kembali sensasi. Hanya saja, seperti kata pepatah, bola itu bundar. Dia bisa menggelinding ke arah mana saja. Begitu juga dengan hasil pertandingan. Segalanya tetap mungkin.

Sekecil apapun, mari kita lihat peluang tersebut. Tapi, harus diingat bahwa peluang bertemu hanya akan terjadi kalau kedua-duanya lolos ke babak selanjutnya, baik sebagai juara atau runner up.

skemaSkenario pertama, jika keduanya sama-sama menjadi juara grup atau sama-sama runner up, maka pertemuan mereka hanya akan terjadi di partai final. Tentu saja dengan syarat, mereka bisa melibas semua lawan di babak perdelapan, perempat, dan semi final.

Skenario kedua, jika Iran menjadi juara grup F, dan AS runner up grup G, maka keduanya berpeluang bentrok di babak perempat final. Syaratnya, di babak perdelapan final, Iran bisa mengalahkan runner up grup E (unggulan kedua grup E adalah Swis), dan AS melewati juara grup H (unggulannya adalah Belgia).

Jika Iran menjadi runner up grup, dan AS juara grup, maka keduanya juga bisa bertemu di perempat final. Syaratnya, Iran harus menundukkan juara grup E (unggulannya adalah Perancis), sedangkan AS harus melibas runner up grup H (unggulan kedua grup ini adalah Rusia).

Mungkinkah itu akan terjadi? (by/dari berbagai sumber)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Indonesiana

Selamat! Pasangan Bulutangkis Fajar/Rian Juarai All England

By Rachel
Indonesiana

Pemerintah Tolak Hasil KLB Kubu Moeldoko, AHY Enggan Minta Maaf ke Jokowi

By Rachel
Indonesiana

Ketum PSSI Ajak Timnas U-16 Tidak Gentar di Piala Asia 2020

By Fadel
Indonesiana

PSSI Tegaskan Shin Tae Yong Bebas Pilih Pemain Timnas

By Fadel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account